Meski demikian, FIFA menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dialog antara Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) dan PFA.
Organisasi tersebut juga membuka ruang mediasi serta akan memfasilitasi komunikasi terstruktur di tingkat operasional guna mencari solusi bersama.
Selain membahas isu tersebut pada rapat Dewan FIFA daring di Markas FIFA, Zurich, Swiss, 21 Maret 2026, FIFA juga mengumumkan langkah baru dalam mendorong kesetaraan gender di sepak bola.
Baca Juga: Real Madrid vs Atletico Madrid, Alvaro Arbeloa: Kylian Mbappe akan Kembali di Derby Madrid
Ke depan, seluruh kompetisi sepak bola wanita FIFA akan menerapkan aturan yang mewajibkan kehadiran perempuan dalam jajaran staf tim.
Regulasi itu mencakup keharusan adanya pelatih kepala atau minimal satu asisten pelatih perempuan, satu staf medis perempuan, serta dua ofisial perempuan di bangku cadangan tim.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya FIFA memperkuat peran perempuan dalam ekosistem sepak bola global sekaligus memastikan representasi yang lebih inklusif di semua level kompetisi.