SportlinkNews - FIFA akan menggelar Kongres Luar Biasa sebelum akhir 2026 untuk menentukan tuan rumah dua edisi Piala Dunia Wanita FIFA, yakni tahun 2031 dan 2035.
Keputusan ini merupakan bagian dari proses penawaran yang tengah berlangsung, dengan mekanisme pemungutan suara yang telah disetujui Dewan FIFA sejak Maret 2025.
Proses tersebut menggunakan skema calon tunggal yang akan dipresentasikan dalam forum khusus.
Baca Juga: Momen Berharga Rivalitas Newcastle United vs Sunderland yang Masih Dikenang Pencintanya
"Untuk edisi 2031, terdapat empat negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, yaitu Kosta Rika, Jamaika, Meksiko, dan Amerika Serikat," kata Presiden FIFA Gianni Infantino dalam rapat Dewan FIFA yang digelar secara daring dari markas besar di Zurich, Swiss, 21 Maret waktu setempat.
"Sementara itu, edisi 2035 diikuti oleh Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales."
Kongres Luar Biasa ini nantinya akan menjadi panggung presentasi bagi para kandidat untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan mereka, sekaligus menegaskan pertumbuhan pesat sepak bola wanita di level global.
Baca Juga: Duka Cesc Fabregas untuk Bos Como 1907, Michael Bambang Hartono
Menariknya, Piala Dunia Wanita 2031 akan mencatat sejarah sebagai edisi pertama yang diikuti oleh 48 tim, menandai ekspansi besar dalam kompetisi tersebut.
Selain itu, FIFA juga mengonfirmasi jadwal Piala Dunia Wanita U-17 FIFA 2026 yang akan digelar di Maroko pada 17 Oktober hingga 7 November 2026.
Di sisi lain, Dewan FIFA turut menyetujui penerapan Kebijakan Perlindungan FIFA. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang aman, bebas dari segala bentuk pelecehan dan kekerasan.
Baca Juga: UEFA Investigasi Insiden Jari Nyaris Putus Noa Lang
"FIFA terus memperkuat fondasi sepak bola wanita sekaligus memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan," tutur Infantino.