SportlinkNews - Italia dipastikan menghadapi ujian mental yang sangat berat saat bertandang ke markas Bosnia dan Herzegovina. Meskipun tuan rumah tidak memiliki stadion dengan kapasitas raksasa, atmosfer di dalam arena diprediksi menjadi sangat mencekam bagi tim tamu.
Duel krusial ini merupakan partai puncak final play-off zona Eropa yang memperebutkan satu tiket berharga menuju Piala Dunia 2026. Pertandingan hidup-mati tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (1/4) dini hari WIB mendatang.
Langkah Bosnia menuju fase ini terbilang dramatis setelah sukses menyingkirkan Wales melalui drama adu penalti. Sementara itu, Italia melaju ke final dengan meyakinkan usai menumbangkan perlawanan Irlandia Utara dengan skor 2-0.
Baca Juga: Ducati Unjuk Kekuatan di COTA, Marc Marquez Kuasai Sesi Practice MotoGP Amerika
Secara materi pemain, skuad Gli Azzurri memang jauh lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan dan berangkat ke putaran final Piala Dunia 2026. Italia juga mengusung misi besar untuk memutus tren negatif setelah absen dalam dua edisi terakhir secara beruntun.
Namun, status unggulan di atas kertas bukan menjadi jaminan mutlak bagi Italia untuk bisa menang mudah di Sarajevo. Dukungan militan dari suporter tuan rumah diyakini akan menjadi pemain ke-12 yang mampu membalikkan segala prediksi pengamat.
Stadion Bilino Polje yang ditunjuk sebagai lokasi pertandingan tercatat hanya memiliki kapasitas sekitar 11 ribu tempat duduk saja. Walaupun kecil, karakteristik bangunan tempat ini dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan tekanan psikologis yang luar biasa bagi lawan.
Baca Juga: Persita Maksimalkan Performa Tim di Sisa Pertandingan Super League 2025/26
Mantan jenderal lapangan tengah Bosnia, Miralem Pjanic, memberikan gambaran nyata mengenai situasi yang akan dihadapi oleh para pemain Italia nanti. Ia menegaskan intimidasi dari tribune penonton akan terasa sangat nyata sejak menit pertama pertandingan dimulai.
"Memang di atas kertas cuma 11 ribu tempat duduk, tapi saya bisa pastikan ketika Anda bermain di sana, rasanya seperti ada 30 ribu penonton. Seperti stadion jadul pada umumnya, bahkan ruang gantinya juga begitu, tapi lawan tidak pernah nyaman saat berkunjung ke sini," kata Miralem Pjanic seperti dikutip Football Italia.
Pjanic juga menyoroti desain tribune yang sangat dekat dengan pinggir lapangan sebagai faktor utama pemberi tekanan. Kondisi ini membuat suara nyanyian dan teriakan suporter terdengar sangat bising dan mampu meruntuhkan konsentrasi pemain lawan.
Baca Juga: Barca Rilis Racing, Koleksi Pakaian Bernuansa Motorsport dengan Pengaruh Gaya Era 2000-an
"Tekanannya besar dan sepertinya fan tepat di samping lapangan. Tidak ada tempat duduk VIP, bahkan para pejabat berdiri dan bernyanyi bersama-sama. Sudah pasti akan bising sekali sedari awal sampai akhir," ujar mantan pemain Juventus tersebut.
Keunikan stadion ini terletak pada ketiadaan sekat yang lebar antara area teknis pemain dengan kerumunan pendukung fanatik Bosnia. Hal ini memaksa setiap pemain Italia untuk memiliki ketahanan mental baja guna menghadapi teror suara yang tidak kunjung berhenti.