Namun, struktur kontrak pemain tersebut cukup unik. Setelah menghabiskan €23,6 juta (tidak termasuk bonus) untuk merekrut Greenwood pada tahun 2024, Marseille hanya memegang 60% dari nilai transfer, dengan sisanya menjadi milik Manchester United.
Angka ini akan meningkat menjadi 65% jika Marseille mempertahankan kehadirannya di Liga Champions UEFA.
Karena hanya memegang kendali ekonomi sebagian, Marseille terpaksa menaikkan harga transfer setinggi mungkin untuk memastikan keuntungan yang cukup besar.
Baca Juga: Energi Suporter Jadi Kunci Timnas Lawan Bulgaria
Tujuan klub adalah menciptakan penjualan pemain termahal dalam sejarah dengan menghasilkan €80 juta dari Mason Greenwood.
Angka ini jauh melampaui rekor saat ini yaitu penjualan Michy Batshuayi ke Chelsea pada musim panas 2016 seharga €39 juta.
Greenwood pernah ditekel pemain timnas Indonesia Calvin Verdonk. Itu terjadi ketika Marseille dan Lille bentrok di Ligue 1, Senin 23 Maret 2026.
Marseille mendapatkan peluang lewat serangan balik yang diinisiasi Mason Greenwood di menit 13. Tahu memiliki kecepatan, mantan pemain Manchester United itu siap menerobos pertahanan LOSC Lille.
Baca Juga: Dewa United Banten Sapu Bersih Dua Laga di Window Pertama, Puncaki Grup A BCL Asia-East 2026
Namun, belum juga menginjak garis tengah lapangan, Mason Greenwood langsung diadang Calvin Verdonk. Ia langsung terjatuh, sedangkan Calvin Verdonk tetap kukuh berdiri.
Kontan, Greenwood kesal dan langsung mendorong dada Verdonk. Tapi, Verdonk tidak gentar. Pemain naturalisasi Indonesia ini pun pasang badan.
Pada tersebut Verdonk bermain 78 menit dan Lille menang 2-1 atas Marseille.