internasional

UEFA Hukum Prestianni atas Pelanggaran Homofobia ke Vinicius

Sabtu, 25 April 2026 | 23:44 WIB
Gianluca Prestianni (kiri) diduga melontarkan kata-kata rasial kepada Vinicius Junior. (Eric Verhoeven)

SportlinkNews - UEFA, resmi menjatuhkan sanksi larangan bertanding sebanyak enam laga kepada penggawa Benfica, Gianluca Prestianni. Keputusan ini diambil setelah gelandang tersebut terbukti bersalah melakukan penghinaan terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga play-off Liga Champions Februari lalu.

Melansir laporan dari ESPN, durasi hukuman tersebut mencakup satu laga yang telah dijalani Prestianni pada 25 Februari silam. Selain itu, tiga dari enam laga hukuman bersifat ditangguhkan dan hanya akan aktif jika pemain asal Argentina tersebut kembali melakukan pelanggaran serupa di masa depan.

Secara praktis, Prestianni kini hanya perlu menepi dalam dua pertandingan sisa untuk memenuhi masa hukuman efektifnya. Sanksi ini dinilai publik sebagai hukuman yang cukup 'ringan' mengingat ancaman maksimal UEFA untuk kasus pelecehan terhadap Vinicius bisa mencapai lebih dari sepuluh laga.

Baca Juga: Madura United Bertekad Lolos dari Zona Merah, Jan Olde Riekerink Waspada

Insiden memalukan ini pecah saat Real Madrid berhasil membungkam Benfica dengan skor tipis 1-0 di Estadio da Luz, Lisbon. Sesaat setelah mencetak gol penentu kemenangan, Vinicius terlibat konfrontasi verbal dengan Prestianni sebelum akhirnya memutuskan untuk melapor kepada wasit Francois Letexier.

Pemain internasional Brasil tersebut mengklaim telah mendapatkan serangan verbal berupa hinaan bernada rasis dari arah Prestianni di tengah lapangan. Merespons laporan tersebut, wasit Letexier langsung menerapkan protokol anti-rasisme yang membuat jalannya pertandingan harus terhenti hingga sepuluh menit lamanya.

Misteri mengenai ucapan Prestianni sempat sulit terpecahkan karena dirinya sengaja menutup mulutnya saat berbicara agar tidak terbaca oleh kamera. Namun, dalam proses investigasi resmi yang dilakukan oleh pihak UEFA, ia akhirnya mengakui kata-kata yang dilontarkan di lapangan.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-34 Liga Primer, Peluang Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen

Kepada komite disiplin UEFA, Prestianni mengaku memanggil Vinicius dengan sebutan "maricon" yang merupakan ejekan bernada homofobia dalam bahasa Spanyol. Ia membantah keras telah mengucapkan kata "mono" yang berarti monyet sebagaimana tuduhan rasisme yang sempat diarahkan kepadanya.

Berdasarkan pengakuan tersebut, UEFA akhirnya memvonis tindakan Prestianni sebagai pelanggaran atas ejekan anti-gay dan bukan tindakan rasisme. Sanksi larangan dua laga efektif yang tersisa akan berlaku di seluruh kompetisi resmi yang berada di bawah payung UEFA maupun FIFA.

Pihak Benfica sendiri tidak melakukan banding dan telah mengakui sanksi yang dijatuhkan kepada pemain mudanya tersebut melalui pengumuman resmi klub. Klub raksasa Portugal ini tampaknya ingin segera mengakhiri polemik yang sempat mencoreng nama baik organisasi mereka di level internasional.

Baca Juga: Jelang Grand Prix Spanyol Alex Rins Benarkan Dirinya akan Dilepas Yamaha Akhir Musim 2026

Selain hukuman untuk individu pemain, Benfica sebelumnya juga telah dijatuhi denda administratif oleh UEFA akibat ulah oknum suporter mereka. Dalam laga yang sama, sejumlah pendukung tuan rumah terbukti melontarkan hinaan rasis yang dialamatkan kepada para pemain Real Madrid.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pemain profesional untuk menjaga perilaku dan lisan mereka saat berada di atas lapangan. Penegakan protokol anti-rasisme yang sempat menghentikan laga menunjukkan komitmen otoritas sepak bola dalam memerangi segala bentuk diskriminasi di stadion.

Halaman:

Tags

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Final Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol...?

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB