SportlinkNews - Tim nasional Irak menegaskan kesiapannya untuk tampil kompetitif dan enggan sekadar menjadi tim pelengkap di Piala Dunia 2026. Singa Mesopotamia mengusung misi besar untuk menciptakan kejutan dalam turnamen tersebut.
Keberhasilan mengamankan tiket ke putaran final diraih secara dramatis melalui jalur play-off interkonfederasi setelah menumbangkan perlawanan sengit Bolivia. Di bawah komando Graham Arnold, Irak kini fokus membangun kekuatan mental menjelang laga pembuka.
Keterbatasan waktu dalam meramu komposisi pemain menjadi tantangan tersendiri yang harus segera diselesaikan oleh jajaran staf kepelatihan. Guna menyiasati kendala tersebut, Irak mengagendakan serangkaian pertandingan uji coba internasional melawan Spanyol dan Andora sebelum bertolak menuju Amerika Serikat.
Baca Juga: Grup B Piala Dunia 2026: Kanada Mencoba Peruntungan Baru sebagai Tuan Rumah
Langkah Irak dipastikan tidak mudah lantaran hasil pengundian menempatkan ke dalam kelompok yang dihuni oleh tim-tim raksasa. Singa Mesopotamia tergabung di Grup I bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal.
Perbedaan kualitas materi pemain di atas kertas memang menempatkan Irak sebagai tim yang tidak diunggulkan dalam persaingan grup tersebut. Kendati demikian, seluruh elemen tim berkomitmen penuh untuk tampil habis-habisan dan menolak pasrah terhadap prediksi para pengamat sepak bola.
Momen bersejarah ini akan dimanfaatkan secara optimal setelah penantian panjang masyarakat Irak selama 40 tahun untuk kembali menyaksikan timnya di Piala Dunia. Motivasi berlipat ganda kini tertanam di dada para pemain demi meninggalkan kesan positif serta mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.
Kehadiran Graham Arnold di kursi kepelatihan menjadi modal krusial berkat rekam jejak impresifnya yang sukses membawa Australia menembus babak 16 besar Piala Dunia 2022. Pengalaman matang pria berusia 62 tahun itu dalam menghadapi tim-tim elite menjadi kompas utama bagi strategi permainan Irak.
Arnold secara konsisten menanamkan doktrin kepercayaan diri yang tinggi ke dalam jiwa para penggawa Irak selama masa pemusatan latihan. Ia menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil lepas tanpa dibayangi reputasi besar yang dimiliki oleh tim lawan.
"Kami harus datang dengan mentalitas bahwa ini adalah manusia melawan manusia, dan turun ke lapangan dengan keyakinan besar untuk mengejutkan dunia serta percaya pada diri sendiri bahwa Anda bisa melakukan sesuatu," kata Arnold, dikutip dari Al Jazeera.
Baca Juga: Legenda Napoli, Lavezzi, Dukung Penunjukan Allegri: Dia Bisa Membawa Terbang Lebih Tinggi Lagi
Ujian perdana yang sangat berat sudah menanti Irak melalui bentrokan langsung melawan Norwegia yang diperkuat oleh penyerang tajam Erling Haaland. Laga pembuka tersebut justru menjadi pertandingan yang paling dinantikan oleh gelandang muda Irak yang kini berkarier di Eropa, Aimar Sher.
Pemain yang saat ini merumput bersama klub elite Norwegia, Sarpsborg 08, tersebut mengaku sangat antusias menyambut atmosfer pertandingan emosional tersebut. Sher mengungkapkan bahwa tensi tinggi persaingan sudah mulai dirasakan melalui perang urat saraf dengan rekan-rekan setimnya di level klub.