internasional

Grup K Piala Dunia 2026: DR Kongo Kembali ke Piala Dunia Setelah 52 Tahun, Siap Hapus Kenangan Pahit 1974

Selasa, 9 Juni 2026 | 09:13 WIB
Suporter Kongo merayakan keberhasilan timnya menembus Piala Dunia 2026 beberapa waktu lalu.

Pertahanan yang semakin solid: Salah satu faktor penting di balik keberhasilan Kongo lolos ke Piala Dunia adalah organisasi pertahanan yang disiplin.

Mereka mencatatkan delapan clean sheet dalam 13 pertandingan kualifikasi, menunjukkan betapa sulitnya tim lawan menembus lini belakang The Leopards.

Ketajaman Cedric Bakambu di lini depan: Cedric Bakambu tetap menjadi andalan utama dalam urusan mencetak gol.

Kemampuannya melakukan pergerakan tanpa bola dan menembus ruang di belakang pertahanan lawan membuatnya menjadi ancaman konstan bagi setiap tim yang dihadapi Kongo.

Baca Juga: Shin Tae-yong Pastikan Pemain Terbaik Super League Mariano Peralta Gabung Persija

Mentalitas yang semakin matang: Jika pada masa lalu Kongo kerap dianggap kurang konsisten dalam laga-laga penting, situasi tersebut mulai berubah.

Perjalanan panjang dan penuh tekanan selama kualifikasi telah membentuk mental bertanding yang lebih kuat, membuat mereka mampu tetap tenang dan kompetitif saat menghadapi lawan-lawan tangguh.

Kelemahan Kongo

Meski memiliki sejumlah keunggulan yang membuat mereka layak diperhitungkan, Timnas Republik Demokratik Kongo juga datang ke Piala Dunia 2026 dengan beberapa catatan yang berpotensi menjadi hambatan.

Bayang-bayang situasi nonteknis di dalam negeri: Persiapan Kongo menuju Piala Dunia turut dibayangi situasi kesehatan di negaranya.

Baca Juga: Florentino Perez Pertahankan Kursi Presiden Real Madrid, Jose Mourinho Segera Diperkenalkan

Kembalinya wabah Ebola di sejumlah wilayah RD Kongo menimbulkan kekhawatiran, meski federasi dan tim nasional telah menerapkan protokol perjalanan serta langkah pencegahan untuk menjaga keamanan skuad.

Minim pengalaman menghadapi tim elite dunia: Dalam beberapa tahun terakhir, Kongo relatif jarang berhadapan dengan tim yang berada di jajaran 20 besar peringkat dunia.

Pengalaman menghadapi lawan-lawan elite masih terbatas, dengan Senegal dan Maroko menjadi dua contoh tim papan atas yang pernah mereka jumpai. 

Sayangnya, hasil yang diraih Kongo dalam pertandingan-pertandingan tersebut juga belum terlalu meyakinkan.

Baca Juga: Kondisi Justin Hubner Terus Dipantau, Donny Tri Dinilai Makin Dekat ke Tim Inti

Kualitas menghadapi tekanan level tertinggi masih menjadi tanda tanya: Dominasi di kawasan Afrika belum tentu langsung bisa diterjemahkan menjadi kesuksesan di Piala Dunia.

Menghadapi tim-tim besar dari Eropa dan Amerika Selatan akan menjadi ujian berbeda, terutama dalam aspek pengambilan keputusan, efektivitas penyelesaian akhir, dan konsistensi sepanjang pertandingan.

Kurangnya menit bermain sejumlah pemain inti: Salah satu kekhawatiran terbesar menjelang turnamen adalah kondisi beberapa pemain utama yang minim kesempatan tampil di level klub.

Tercatat ada tujuh pemain inti tim nasional yang kesulitan mendapatkan menit bermain reguler sepanjang musim. Situasi ini berpotensi memengaruhi kebugaran, ritme pertandingan, hingga performa mereka saat tampil di panggung Piala Dunia.

Baca Juga: Alasan Herdman Rotasi Posisi Pemain: Yang Cocok Profil, Akan Dapat Kesempatan

Kedalaman skuad belum sekuat negara-negara unggulan: Kongo memiliki sejumlah pemain kunci yang menjadi tulang punggung tim.

Halaman:

Tags

Terkini