SportlinkNews - Joachim Klement adalah seorang matematikawan Jerman yang terkenal karena kemampuannya memprediksi pemenang Piala Dunia.
Pekerjaan utama Joachim Klement adalah di bidang matematika. Tapi selama lebih dari satu dekade, namanya telah menarik perhatian yang cukup besar dari para penggemar sepak bola.
Alasannya: Joachim Klement mulai mengembangkan model prediksi sepak bola pribadinya setelah Piala Dunia 2010, dan yang luar biasa, "jenius matematika" ini tidak pernah sekalipun memberikan jawaban yang salah.
Baca Juga: Erick Thohir: Jangan Merasa Di Atas Angin Saat Hadapi Mozambik
Pada Piala Dunia 2014, Joachim Klement memprediksi Jerman akan menang, dan prediksi itu menjadi kenyataan setelah Jerman mengalahkan Argentina 1-0 di final.
Saat itu, banyak yang percaya Klement bias terhadap timnya sendiri dan karenanya agak beruntung.
Namun, pada Piala Dunia 2018, ketika Klement memprediksi kemenangan Prancis.
Kemudian secara akurat memprediksi kemenangan Argentina yang diperkuat Lionel Messi di Piala Dunia 2022, tidak ada yang mengatakan bahwa "ahli matematika Piala Dunia" ini lebih mengandalkan keberuntungan daripada keterampilan.
Baca Juga: 5 Poin Penting Kemenangan Susah Payah Belanda Melawan Uzbekistan
Menjelang Piala Dunia 2026, Joachim Klement sekali lagi memprediksi yang membuat para penggemar superstar Cristiano Ronaldo dan tim nasional Portugal merasa gembira sekaligus khawatir.
Menurut Klement, Belanda akan memenangkan turnamen di AS, Kanada, dan Meksiko. Yang menarik, tim yang akan kalah di final, menurut modelnya, adalah Portugal, karena Ronaldo bisa bermain di Piala Dunia keenam dan terakhirnya.
Dalam sebuah unggahan pribadi di Substack, Joachim Klement menyatakan bahwa modelnya awalnya dibangun sebagai cara untuk "menyindir" kepercayaan diri yang berlebihan dari model ekonomi dalam mencoba memprediksi bidang yang sangat variabel seperti sepak bola.
Baca Juga: Joey Pelupessy: Pemain Muda Bikin Timnas Indonesia Terus Berkembang
Namun, model tersebut kemudian berhasil memprediksi tiga Piala Dunia berturut-turut, yang menyebabkan Joachim Klement tiba-tiba mendapatkan kredibilitas yang cukup besar.