internasional

Grup B Piala Dunia 2026: Swiss Melangkah Mulus Tanpa Kekalahan di Kualifikasi Eropa

Rabu, 10 Juni 2026 | 21:13 WIB
Timnas Swiss di kualifikasi Piala Dunia 2026. (FIFA)

Setelah gantung sepatu, ia memulai karier kepelatihannya pada 2006 dan menangani sejumlah klub di negara asalnya sebelum menggantikan Vladimir Petkovic sebagai pelatih kepala Swiss pada 2021.

Setelah membawa timnya melalui kampanye kualifikasi yang impresif menuju Qatar 2022, ia membawa mereka lolos ke babak 16 besar, sebelum takluk 6-1 dari Portugal.

Pada EURO 2024, skuad asuhan Yakin menyingkirkan juara bertahan Italia sebelum kalah dari Inggris melalui adu penalti di perempat final.

Baca Juga: 17 Pemain Manchester City akan Berjibaku di Piala Dunia FIFA 2026 di Benua Amerika

Murat Yakin didukung oleh pemain pilar yang memiliki performa brilian dan banyak merumput di kompetisi eropa yang ketat.

Kekuatan utama Rossocrociati bertumpu pada generasi emas yang matang dan bermain di klub-klub top Eropa.

Granit Xhaka yang bermain di Sunderland masih dipercaya sebagai kapten tim. Xhaka sekaligus pemegang rekor penampilan terbanyak sepanjang sejarah timnas Swiss. Ini menjadi Piala Dunia keempat dalam karier seniornya.

Baca Juga: Grup B Piala Dunia 2026: Bosnia Herzegovina Bersiap Bikin Kejutan Baru Setelah Kandaskan Azzurri

Ada juga Denis Zakaria dan Remo Freuler. Lalu ada Manuel Akanji bek tangguh yang jago duel udara. Menyusul ada Ricardo Rodriguez dan Gregor Kobel, kiper utama yang berada dalam performa puncak kariernya.

Nama lainnya yaitu: Breel Embolo, Dan Ndoye, Noah Okafor, Ruben Vargas. Ada juga talenta muda Johan Manzambi.

Gaya Permainan

Baca Juga: FIFA Mencabut Tiket Suporter Iran di Piala Dunia 2026

Murat Yakin kerap memainkan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang menjadi tumpuan utama Swiss sepanjang babak kualifikasi.

Format ini memberikan keseimbangan bagi poros lini tengah yang dihuni sang kapten Granit Xhaka untuk mengontrol tempo permainan dan mengalirkan bola ke depan.

Swiss dikenal sebagai tim yang membangun serangan dari belakang. Para pemain membangun serangan secara rapi dari lini defensif, lalu mengalirkannya ke depan.

Halaman:

Tags

Terkini