SportlinkNews - Cuaca ekstrem jadi musuh utama Inggris di Piala Dunia 2026. Tapi, skuad The Three Lions dibekali teknologi khusus untuk meredam.
Di tengah peringatan cuaca ekstrem di Piala Dunia 2026, tim Inggris baru-baru ini mengadopsi teknologi khusus untuk membantu para pemain mengatasi panas.
Menghadapi risiko harus berkompetisi dalam kondisi cuaca buruk di Piala Dunia 2026, tim Inggris telah menerapkan beberapa langkah modern untuk membantu para pemain beradaptasi dengan suhu tinggi di Amerika Serikat.
Baca Juga: Latih Persija, Shin Tae-yong Mau Reuni dengan Anak Asuhnya di Timnas Indonesia
Menurut media Inggris, pelatih kepala Thomas Tuchel telah memperkenalkan perangkat pendingin telapak tangan berteknologi tinggi senilai sekitar £349 ribu sekitar Rp 6,7 miliar untuk membantu proses pemulihan dan membantu para pemain "Three Lions" mengatasi suhu yang dapat mencapai hingga 33 derajat Celcius.
Langkah tim Inggris ini dilakukan di tengah peringatan dari banyak ahli tentang risiko cuaca di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah melaporkan bahwa sekitar 25% pertandingan dalam turnamen tersebut dapat dimainkan dalam kondisi "berbahaya", dengan suhu berpotensi mencapai 30 derajat Celcius, yang secara signifikan berdampak pada atlet dan penonton karena panasnya.
Baca Juga: 17 Pemain Manchester City akan Berjibaku di Piala Dunia FIFA 2026 di Benua Amerika
Menurut laporan media Inggris, CryoTherm Palm memiliki desain yang ringkas dan dipegang di antara kedua tangan saat digunakan.
Ini adalah bagian dari rencana staf pelatih Inggris untuk meminimalkan dampak cuaca panas di Piala Dunia 2026.
Selain menerapkan teknologi, banyak pemain Inggris juga secara proaktif membiasakan diri dengan lingkungan bermain.
Bek Dan Burn menghabiskan liburan musim panasnya di Florida untuk beradaptasi dengan iklim panas dan lembap yang mirip dengan yang mungkin akan dihadapinya di liga.
Baca Juga: Sepatu yang Akan Dipamerkan Pemain Bintang di Piala Dunia 2026
Di Piala Dunia 2026, Inggris berada di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama.
Pertandingan pembuka melawan Kroasia di Dallas pada 17 Juni diperkirakan akan berlangsung dalam cuaca panas, menjanjikan tantangan besar bagi para pemain pelatih Tuchel.