SportlinkNews- Di Piala Dunia 2026, bersama wasit, VAR akan terus memainkan peran penting dalam mengelola pertandingan.
Untuk membantu penggemar mendapatkan pemahaman yang komprehensif dan akurat, mantan wasit profesional Andy Davies telah memberikan analisis terperinci tentang prosedur operasional, standar pengujian, dan kemajuan teknologi terbaru di ajang sepak bola terbesar di planet ini.
Tujuan VAR dalam turnamen yang diselenggarakan FIFA tetap konsisten dengan prinsip: "Manfaat maksimal, intervensi minimal."
Baca Juga: Grup B Piala Dunia 2026: Qatar Mencoba Peruntungan Lewat Jalur Kualifikasi Zona Asia yang Panjang
Sistem ini tidak dibuat untuk menggantikan wasit utama atau untuk mengulang pertandingan sepenuhnya. Sebaliknya, VAR bertindak sebagai "jaring pengaman" untuk memperbaiki kesalahan atau situasi serius yang terlewatkan.
Menurut peraturan, VAR hanya diperbolehkan untuk campur tangan dalam empat skenario yang dapat mengubah jalannya pertandingan, termasuk: gol atau tidak gol, penalti atau tidak penalti, kartu merah langsung (tidak berlaku untuk kartu kuning kedua), dan kesalahan identitas pemain di lapangan.
Bagaimana proses pemeriksaannya?
Sepanjang pertandingan, setiap situasi yang terkait dengan empat kategori yang disebutkan di atas ditinjau secara otomatis dan tanpa suara oleh tim VAR.
Baca Juga: Sejarah Piala Dunia 2018: VAR Tampil Perdana
Jika kesalahan yang jelas dari wasit utama terdeteksi, ruang VAR akan memberi sinyal melalui radio untuk meminta penghentian sementara pertandingan.
Pada titik ini, proses peninjauan di lapangan akan diaktifkan. Wasit utama akan bergerak ke area layar di dekat garis samping untuk langsung menilai kembali situasi tersebut.
Untuk situasi objektif seperti apakah pelanggaran terjadi di dalam atau di luar area penalti, atau apakah bola melewati garis gawang, wasit dapat mengubah keputusannya segera berdasarkan informasi dari ruang VAR tanpa perlu meninjau layar.
Baca Juga: Aljazair Penuh Percaya Diri Menghadapi Argentina
Sebaliknya, untuk situasi subjektif seperti tingkat kekerasan atau tindakan yang disengaja, wasit diharuskan untuk meninjau rekaman video sendiri. Dalam semua kasus, wasit utama selalu membuat keputusan akhir.
Peningkatan teknologi offside semi-otomatis (SAOT).
Untuk mempercepat permainan dan meminimalkan kontroversi, FIFA terus menerapkan versi terbaru dari teknologi offside semi-otomatisnya.