SportlinkNews - Di tengah persiapan Portugal menghadapi laga pembuka Piala Dunia 2026, Roberto Martinez justru membuka pembahasan mengenai masa depannya.
Pelatih asal Spanyol itu memberi sinyal bahwa turnamen di Amerika Utara kemungkinan besar akan menjadi garis akhir dari proyek yang telah ia bangun bersama Selecao das Quinas sejak awal 2023.
Meski isu kepergiannya kembali mencuat menjelang pertandingan pertama Portugal, Martinez menegaskan hal tersebut bukan sesuatu yang baru di negaranya.
Baca Juga: Tino Livramento Dicoret, Thomas Tuchel Panggil Trevoh Chalobah
Menurut dia, fokus utama tim saat ini tetap tertuju pada upaya meraih hasil maksimal di Piala Dunia, bukan pada spekulasi mengenai masa jabatannya.
"Bagi banyak orang mungkin ini berita baru, tetapi di Portugal kami sudah sering membicarakannya. Fokus kami tetap melanjutkan pekerjaan yang sudah dibangun selama tiga setengah tahun terakhir," katanya.
Pelatih berusia 52 tahun itu datang ke Portugal pada Januari 2023 setelah menyelesaikan tugas panjangnya bersama Belgia.
Baca Juga: Pimpin Kontingen Merah Putih, Todotua Diharapkan Wujudkan Prestasi di Asian Games 2026
Sejak saat itu, ia berhasil membawa Portugal tampil konsisten dengan catatan 28 kemenangan dan tujuh hasil imbang dari 40 pertandingan yang dijalani.
Puncak pencapaiannya hadir saat mengantar Portugal menjuarai UEFA Nations League 2024/2025.
Gelar tersebut diraih melalui perjalanan yang tidak mudah, termasuk menyingkirkan Jerman di kandangnya sendiri sebelum mengalahkan Spanyol di partai final.
Baca Juga: Jelang AJC 2026, Tim Junior Indonesia Matangkan Strategi Lewat Simulasi Beregu
Martinez menyebut seluruh proses yang dijalani selama hampir empat tahun terakhir memang dirancang untuk satu tujuan utama, yakni mempersiapkan Portugal menghadapi Piala Dunia 2026.
"Ketika saya datang ke Portugal, targetnya adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin menuju Piala Dunia 2026. Sekarang kami sudah berada di titik itu. Apa yang terjadi setelahnya bukan hal yang perlu dibicarakan saat ini," tuturnya.
Di atas kertas, Portugal menjadi salah satu kandidat kuat juara. Kedalaman skuad yang dimiliki, ditambah kualitas lini tengah yang dihuni Bruno Fernandes dan Vitinha, membuat tim ini masuk dalam daftar unggulan pada turnamen kali ini.
Baca Juga: AJC 2026: 26 Atlet Junior Indonesia Siap Hadapi Persaingan Asia di Jepang, PBSI Bidik Hasil Maksimal
Namun Martinez tidak ingin para pemainnya terlena. Ia mengingatkan bahwa banyak tim unggulan mengalami kesulitan pada laga pertama dan Portugal harus siap menghadapi tantangan serupa saat bertemu Republik Demokratik Kongo di Houston.
Menurutnya, Kongo bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim Afrika tersebut datang dengan modal performa impresif setelah mampu finis di atas Kamerun dan Nigeria dalam fase kualifikasi.
"Mereka tim yang sangat fleksibel dan memiliki banyak pemain yang bermain di liga-liga besar Eropa. Kami sangat menghormati mereka dan tidak akan meremehkan siapa pun," ujarnya.
Baca Juga: Persija Jakarta Resmi Lepas Hanif Sjahbandi Lebih Awal
Menjelang pertandingan pembuka, Portugal juga mendapat kabar kurang ideal setelah bek andalan Ruben Dias dipastikan absen.
Martinez memilih tidak mengambil risiko terhadap kondisi pemain Manchester City tersebut yang masih dalam proses pemulihan usai mengalami benturan saat laga uji coba melawan Nigeria.
"Ruben belum berada dalam kondisi 100 persen. Secara medis semuanya baik-baik saja, tetapi sekarang bukan saat yang tepat untuk mengambil risiko," ucap Martinez.
Baca Juga: Persebaya Resmi Gaet Ramadhan Sananta, Lini Depan Green Force Makin Bertaji
Meski kehilangan salah satu pilar pertahanan, Portugal tidak berencana melakukan perubahan skuad. Martinez menilai kedalaman tim yang dimilikinya sudah cukup untuk mengatasi situasi tersebut hingga Dias kembali siap dimainkan.