SportlinkNews - Pertandingan bertajuk duel raksasa antarbenua bakal tersaji pada fase gugur Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Brasil dengan Jepang. Pelatih Samurai Biru, Hajime Moriyasu, menyambut antusias dan mengaku sangat senang timnya bisa menantang kekuatan tim kandidat juara.
Kepastian bentrokan ini terjadi setelah Brasil sukses mengunci status sebagai pemuncak klasemen akhir Grup C, sedangkan Jepang melaju dengan predikat runner-up dari Grup F. Kedua tim akan saling menjegal di babak 32 besar pada Selasa (30/6) dini hari WIB.
Di atas kertas, skuad Selecao memang jauh lebih diunggulkan untuk memenangi pertandingan dan melangkah ke fase berikutnya berkat taburan pemain bintang. Kendati demikian, kekuatan kolektif Jepang sama sekali tidak boleh dipandang sebelah mata lantaran mereka memiliki modal kepercayaan diri yang sangat tinggi.
Baca Juga: Arsenal Resmi Permanenkan Status Piero Hincapie Mulai 1 Juli 2026
Jepang pernah menumbangkan Brasil dengan skor tipis 3-2 pada laga uji coba Oktober 2025. Hasil positif dalam pertandingan persahabatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa strategi Samurai Biru mampu meredam daya ledak kreativitas para pemain Selecao.
Kemenangan mengejutkan pada akhir tahun lalu itu sekaligus mengukir tinta emas baru bagi sejarah panjang perjalanan sepak bola negara Matahari Terbit tersebut. Hasil itu menjadi kemenangan pertama Jepang atas Brasil sejak 1989, setelah pada 13 pertemuan sebelumnya mereka memetik dua kali imbang dan 11 kekalahan.
Menjelang laga penentuan hidup mati di babak 32 besar, Moriyasu secara tegas menyatakan anak asuhnya sama sekali tidak merasa gentar. Ia justru mengaku sudah tidak sabar untuk kembali menguji kecerdasan taktiknya melawan strategi Brasil lapangan hijau.
Baca Juga: PB IPSI Sambut Positif Pelatnas Atlet Nasional Multiyears dan Jangka Panjang
"Di pertemuan terakhir, kami membuktikan kepada mereka kalau kami sulit dikalahkan. Kami menghormati Brasil sebagai tim papan atas dunia, namun kami sudah berkembang jauh," kata Moriyasu dilansir dari ESPN.
Moriyasu menilai perkembangan mentalitas bertanding anak asuhnya telah meningkat secara signifikan setelah melewati ketatnya atmosfer kompetisi di tingkat global. Keberhasilan memutus rekor buruk sejarah pertemuan masa lalu menjadi fondasi utama yang mendongkrak motivasi internal skuad Jepang saat ini.
"Kami menantikan laga menghadapi mereka. Kami mau membuktikan kekuatan kami," ungkapnya.
Baca Juga: Sunderland AFC Luncurkan Jersey Tandang Terinspirasi Raja Rock n Roll Elvis Presley
Rasa percaya diri yang diapungkan oleh Moriyasu tersebut juga didasari oleh catatan performa impresif kepemimpinannya sepanjang mengarungi babak penyisihan grup turnamen ini. Pelatih lokal tersebut mengaku sangat puas melihat kedisiplinan skuatnya yang mampu menahan imbang Belanda, menumbangkan Tunisia, serta meladeni permainan agresif Swedia.
Jepang berhasil mengamankan tiket kelolosan ke fase sistem gugur setelah mengumpulkan total lima poin tanpa menyentuh satu kali pun hasil kekalahan. Konsistensi permainan yang ditunjukkan sepanjang fase grup menjadi indikator kuat organisasi permainan tim Samurai Biru sudah berada di level tertinggi.