Pemain yang dituduh melakukan tindakan rasial tersebut langsung melayangkan bantahan keras atas segala klaim yang diarahkan kepada dirinya. Prestianni membantah hal itu, dan dalam pengakuannya kepada UEFA hanya menyebut Vinicius seorang homo.
Baca Juga: Ronaldo Cetak Rekor Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia pada Usia 41 Tahun
Akibat tindakan konfrontatif dan ucapan tidak pantas tersebut, komisi disiplin akhirnya menjatuhkan sanksi yang cukup berat. Prestianni akhirnya dihukum enam laga, dengan tiga di antaranya ditangguhkan selama dua tahun.
Perseteruan antarpemain di lapangan hijau tersebut pada akhirnya menarik perhatian publik sepak bola global. Agar tak terulang lagi, FIFA pun memutuskan harus ada efek jera kepada siapa pun yang tak berani bicara dengan mulut terbuka, terutama dalam situasi konfrontasi.
Melalui langkah progresif tersebut, otoritas sepak bola dunia berharap atmosfer pertandingan internasional dapat berjalan dengan lebih bersih dan suportif. Harapannya, serangan verbal berbau rasis dan seksis bisa hilang di masa depan.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)