internasional

Inggris Hadapi Tantangan Aklimatisasi Udara Tipis Jelang Kontra Meksiko

Sabtu, 4 Juli 2026 | 19:15 WIB
Thomas Tuchel optimistis Jarell Quansah dan Reece James akan bermain lagi di Piala Dunia 2026.

SportlinkNews - Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, menyoroti keuntungan geografis besar yang dimiliki Meksiko menjelang laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Azteca Stadium, Senin (6/7) dini hari WIB.

Langkah Inggris menuju perdelapan final dipastikan setelah menyudahi perlawanan sengit RD Kongo dengan skor 2-1 di Atlanta Stadium. Sementara itu, Meksiko melaju mulus usai mengandaskan perlawanan Ekuador dua gol tanpa balas di hadapan pendukungnya sendiri.

Tantangan fisik kini membayangi skuad Tiga Singa karena harus melakukan perjalanan lintas negara yang cukup menyita energi. Sebaliknya, Meksiko diuntungkan secara logistik lantaran tidak perlu berpindah kota demi menyambut laga krusial ini.

Baca Juga: Toto Wolff Menarik Perhatian dengan Muncul di Silverstone Bersama Mercedes-Benz 300 SL Gullwing Klasik

Keuntungan armada El Tri makin berlipat karena memainkan seluruh pertandingan sejak fase grup di arena yang sama. Faktor kebiasaan bertanding di rumah sendiri disinyalir bakal mendongkrak kepercayaan diri para pemain Meksiko secara signifikan.

Situasi nonteknis tersebut dinilai Tuchel sebagai sebuah keunggulan yang secara alami berpihak pada Meksiko. Tantangan utama bagi Harry Kane dan kolega adalah letak geografis Stadion Azteca yang berada di ketinggian 2.240 meter di atas permukaan laut.

Kondisi atmosfer di dataran tinggi tersebut menuntut proses adaptasi yang cermat dari seluruh anggota tim tamu. Berkurangnya kadar oksigen di ketinggian ditengarai bakal menguras stamina para pemain jika tidak diantisipasi dengan persiapan matang.

Baca Juga: Inter Milan Mulai Negosiasi dengan Union Saint-Gilloise untuk Datangkan Anan Khalaily

Idealnya, sebuah tim membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari untuk melakukan aklimatisasi terhadap iklim ekstrem seperti di Mexico City. Durasi tersebut dianggap cukup bagi metabolisme tubuh atlet untuk menyesuaikan diri dengan tekanan udara yang rendah.

Opsi alternatif lain yang bisa diambil adalah mendarat di lokasi sedekat mungkin dengan waktu sepak mula pertandingan. Langkah instan ini bertujuan meminimalkan dampak buruk perubahan kondisi alam terhadap kebugaran fisik para pemain di lapangan.

Akan tetapi, Inggris dipastikan tidak dapat menerapkan kedua opsi penyelamatan fisik tersebut akibat benturan regulasi. Jeda waktu pascalaga kontra RD Kongo yang hanya tersisa lima hari membuat persiapan jangka panjang mustahil dilakukan.

Baca Juga: Daftar Tim dan Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Aturan ketat dari FIFA juga mewajibkan setiap tim menggelar latihan resmi di lokasi laga H-1 sebelum bertanding. Regulasi tersebut otomatis menutup peluang Inggris untuk datang secara mendadak menjelang peluit pertama dibunyikan.

"Rekomendasinya adalah Anda harus berangkat 10 hari sebelumnya - yang terlalu lama bagi kami - atau di menit-menit terakhir, yang tidak diperbolehkan [oleh FIFA]," kata pelatih kepala," kata Tuchel dikutip dari Guardian.

Halaman:

Tags

Terkini