SportlinkNews - Keputusan mengejutkan datang dari FIFA menjelang laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026. Striker andalan Amerika Serikat, Folarin Balogun, dipastikan batal absen dan siap diturunkan untuk menghadapi Belgia.
Sebelumnya, Balogun sempat dijatuhi hukuman kartu merah oleh wasit pada laga fase 32 besar. Kejadian terebut diterimanya saat membantu negaranya menumbangkan perlawanan sengit Bosnia dan Herzegovina dengan skor akhir 2-0.
Sanksi disiplin tersebut secara otomatis sempat membuat Balogun dicoret dari daftar susunan pemain untuk laga kontra Belgia. Sesuai jadwal, bentrokan antara tim Paman Sam melawan Setan Merah akan bergulir pada Selasa (7/7) pagi WIB.
Baca Juga: Neymar Pensiun, Menangis Usai Brasil Tersingkir
Secara tidak terduga, Komite Disiplin FIFA mengeluarkan kebijakan mutakhir dengan menangguhkan masa hukuman larangan bertanding tersebut. Langkah ini menjadi keuntungan besar bagi lini serang Ameriika Serikat mengingat status Balogun sebagai pencetak gol terbanyak tim.
Kebijakan kontroversial dari badan pengawas pertandingan tersebut langsung memicu reaksi keras dari kubu lawan. Juru taktik tim nasional Belgia Rudi Garcia, menilai keputusan pembatalan sanksi tersebut sangat tidak masuk akal.
Garcia meluapkan kekecewaannya secara terbuka di hadapan awak media. Ia melontarkan kalimat sindiran tajam dengan mengaitkan momentum keputusan tersebut dengan tradisi lelucon tahunan.
Baca Juga: Brasil 1-2 Norwegia: Monster Haaland Bikin Neymar Frustrasi
"Saya tidak tahu kalau tanggal 5 Juli itu sama dengan 1 April (April Mop) di FIFA," kata Garcia dalam konferensi pers seperti dilansir Guardian.
Arsitek asal Prancis tersebut juga menyuarakan kegelisahannya terkait sikap yang diambil oleh jajaran pengurus sepak bola negaranya. Ia mengisyaratkan seharusnya ada tindakan nyata yang diambil untuk merespons ketetapan ini.
"Saya kira kita harus merujuk ke (pernyataan) federasi saya, federasi Belgia. Saya kira ada banyak hal di sana," ucapnya.
Baca Juga: Ronaldo Menunjuk Langsung ke Reporter, Ya! Aku Tahu Kamu Membenciku!
Mantan pelatih AS Roma itu menegaskan tuntutan protes ini bukan semata-mata demi keuntungan skuadnya di atas lapangan. Menurutnya, ada nilai-nilai sportivitas jauh lebih besar yang sedang dipertaruhkan dalam turnamen ini.
"Federasi tidak membela dirinya sendiri, tidak membela tim nasional - mereka membela sepakbola secara umum. Membela integritasnya. Membela etosnya," ungkapnya.