SportlinkNews - Tim nasional Brasil mencatatkan noda hitam dalam sejarah sepak bola mereka pada gelaran Piala Dunia 2026. Skuad Selecao harus angkat koper lebih awal setelah menelan kekalahan mengejutkan dari Norwegia.
Langkah tragis raksasa Amerika Selatan itu dipastikan usai ditumbangkan Norwegia dengan skor tipis 1-2 di New York New Jersey Stadium. Pertandingan babak 16 besar yang berlangsung pada Senin (6/7) dini hari WIB, menjadi kuburan bagi mimpi juara Brasil.
Erling Haaland menjadi momok utama bagi lini pertahanan Brasil lewat torehan dua gol cepatnya pada paruh kedua. Penyerang Manchester City tersebut mencatatkan namanya di papan skor masing-masing pada menit ke-79 dan ke-80.
Baca Juga: Neymar Pensiun, Menangis Usai Brasil Tersingkir
Sementara itu, tim Samba hanya mampu memperkecil kedudukan melalui eksekusi penalti jelang peluit panjang dibunyikan. Megabintang veteran Neymar sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo meskipun gagal menyelamatkan Brasil dari kekalahan.
Hasil minor ini membuat Brasil tereliminasi secara dramatis di babak perdelapan final turnamen. Kegagalan tersebut sekaligus memutus tradisi apik mereka yang biasanya langganan menembus fase delapan besar.
Catatan buruk ini mengulang memori kelam 36 tahun silam saat Brasil rontok di fase yang sama. Sebagai informasi, momen kepulangan prematur terakhir kali dirasakan oleh mereka pada edisi Piala Dunia 1990.
Baca Juga: Brasil 1-2 Norwegia: Monster Haaland Bikin Neymar Frustrasi
Setelah tahun tersebut, performa Brasil sebenarnya terhitung sangat stabil di panggung internasional. Mereka tercatat selalu mampu menapakkan kaki minimal hingga babak perempat final dalam empat edisi beruntun.
Bahkan, dominasi Selecao sempat membawa mereka menembus partai puncak sebanyak tiga kali setelah kegagalan tahun 1990. Trofi emas berhasil dibawa pulang pada edisi 1994 dan 2002, sedangkan predikat runner-up diraih pada 1998.
Pada rentetan turnamen berikutnya, Brasil selalu konsisten mengisi slot babak perempat final secara berkala. Kenyataan pahit terhenti di delapan besar tersebut terjadi pada pergelaran 2006, 2010, 2018, dan 2022.
Baca Juga: Ronaldo Menunjuk Langsung ke Reporter, Ya! Aku Tahu Kamu Membenciku!
Adapun saat bertindak sebagai tuan rumah pada edisi 2014, prestasi Brasil sedikit lebih baik dengan mengamankan peringkat keempat. Oleh karena itu, hasil tahun ini dinilai sebagai salah satu kemunduran terbesar bagi pemilik lima bintang.
Penurunan prestasi ini memicu gelombang kritik tajam mengingat status mentereng Brasil sebagai kolektor trofi Piala Dunia terbanyak. Kualitas kedalaman skuad saat ini dianggap tidak lagi semewah generasi-generasi emas pada masa lampau.