internasional

Sampingkan Vinicius Jr dari Algojo Penalti, Ancelotti Ungkap Alasan Berbasis Data

Senin, 6 Juli 2026 | 21:55 WIB
Carlo Ancelotti diragukan mampu membawa Brasil di Piala Dunia 2026.

SportlinkNews - Gelombang kritik tajam masih terus menerpa jajaran staf kepelatihan selepas tumbangnya tim nasional Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keputusan taktis Carlo Ancelotti mengenai penunjukan algojo dari titik putih kini menjadi pusat perdebatan publik sepak bola global.

Banyak pihak meyakini jalannya laga kontra Norwegia di New York New Jersey Stadium, Senin (6/7) dini hari WIB, akan berakhir dengan cerita yang jauh berbeda. Brasil melewatkan momentum emas untuk memimpin jalannya laga saat pertandingan babak pertama baru bergulir 14 menit.

Brasil mendapatkan penalti setelah pergerakan Matheus Cunha dihentikan secara paksa oleh lini pertahanan lawan di area terlarang. Alih-alih menunjuk penyerang sayap Vinicius Jr yang tengah produktif, tim pelatih justru memercayakan tugas tersebut kepada Bruno Guimaraes.

Baca Juga: Neymar Pensiun, Menangis Usai Brasil Tersingkir

Sepakan keras yang dilepaskan gelandang Newcastle United itu nyatanya sukses dibaca dengan sempurna oleh penjaga gawang Norwegia, Orjan Nyland. Kegagalan tersebut langsung memicu tanda tanya besar dari para pendukung mengenai alasan di balik pengabaian sang pemain bintang.

Menanggapi polemik yang berkembang, Ancelotti akhirnya angkat bicara demi meluruskan spekulasi liar. Ia menegaskan penunjukan eksekutor tidak dilakukan secara mendadak melainkan lewat pertimbangan yang mendalam.

"Kami menggunakan statistik berdasarkan data selama satu tahun penuh dari para pemain kami dan juga lawan. Eksekutor penalti terbaik di tim nasional Brasil adalah Raphinha," ujar Ancelotti, dikutip dari Marca.

Baca Juga: Brasil 1-2 Norwegia: Monster Haaland Bikin Neymar Frustrasi

Mantan arsitek Real Madrid itu juga membeberkan tim pelatih memiliki hierarki khusus yang disusun berdasarkan persentase keberhasilan latihan. Status kebintangan seorang pemain diklaim tidak pernah memengaruhi keputusan mutlak tim analisis data.

"Di antara pemain yang tersedia di lapangan, yang terbaik adalah Neymar, kemudian Igor Thiago, lalu Bruno Guimaraes, dan setelah itu Gabriel Martinelli. Kami memilih Bruno Guimaraes karena kami yakin dialah opsi terbaik yang berada di lapangan pada saat itu untuk mengambil penalti," ucapnya.

Rencana matang berbasis data tersebut pada akhirnya justru berbalik menjadi bumerang yang menghancurkan mental bertanding skuad Selecao. Kegagalan mengeksekusi peluang emas itu terbukti menjadi titik balik kebangkitan raksasa Skandinavia untuk mengunci kemenangan tipis 2-1.

Baca Juga: Ronaldo Menunjuk Langsung ke Reporter, Ya! Aku Tahu Kamu Membenciku!

Jika dibedah lebih dalam, kebijakan tim pelatih untuk tidak memilih Vinicius sebenarnya didukung oleh rekam jejaknya. Ia tercatat hanya mampu mengonversi enam gol dari sembilan kesempatan penalti saat bekerjasama dengan Ancelotti di Real Madrid.

Catatan minor tersebut bahkan terlihat jauh lebih merosot kala Vinicius mengenakan seragam kebesaran tim nasional Brasil. Ia dilaporkan sempat gagal menuntaskan tugas krusial dari titik putih dalam laga kualifikasi zona CONMEBOL beberapa tahun lalu.

Halaman:

Tags

Terkini

Neymar Pensiun, Menangis Usai Brasil Tersingkir

Senin, 6 Juli 2026 | 07:04 WIB

Ini Dia Mantan Pemain Ski yang Pulangkan Brasil

Senin, 6 Juli 2026 | 06:33 WIB