SportlinkNews - Cristiano Ronaldo tidak bisa meraih trofi Piala Dunia. Namun setelah 20 tahun, apa yang ditinggalkannya sungguh tak terlupakan: kenangan seluruh generasi penggemar.
Pada dini hari Selasa 7 Juli, peluit akhir berbunyi, menandai berakhirnya babak besar dalam sejarah sepak bola dunia.
Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 berakhir di Babak 16 Besar setelah kalah dari Spanyol, dengan Mikel Merino mencetak gol penentu di menit ke-90+1.
Baca Juga: Roberto Martinez Mundur dari Timnas Portugal, Penggantinya Mantan Bos Ronaldo
Di menit-menit terakhir itu, Ronaldo masih berusaha berlari, masih memberi isyarat kepada rekan-rekan setimnya, masih berharap akan keajaiban.
Tetapi sepak bola terkadang kejam. Apa yang mereka harapkan tidak terjadi pada CR7 dan rekan-rekan setimnya.
Berbeda dengan citra dirinya yang ambruk kesakitan setelah kekalahan di Piala Dunia 2022, kali ini Ronaldo lebih tenang.
Baca Juga: Portugal Runtuh di Waktu Tambahan, Mimpi Piala Dunia Ronaldo Resmi Hancur
Ia menghampiri rekan-rekan setimnya yang lebih muda, berjabat tangan dengan lawan-lawannya, dan berusaha tetap tersenyum.
Namun, ketika semuanya berakhir, tembok emosi itu tak mampu lagi menahannya. Pria berusia 41 tahun itu menangis tersedu-sedu.
Itu mungkin bukan hanya air mata kekalahan. Itu adalah air mata 20 tahun mengejar mimpi yang tak pernah terwujud.
Dua puluh tahun telah berlalu dengan sangat cepat.
Baca Juga: Desak Made: Pernyataan Saya Bukan Kritik kepada Pihak Mana Pun, tapi Refleksi Diri
Rasanya baru kemarin banyak dari kita masih anak sekolah yang dengan antusias begadang untuk menonton Piala Dunia 2006 hanya untuk menyemangati pemain nomor 17 Portugal.