internasional

Langkah Swiss Dihentikan Argentina, Murat Yakin Kecam Keputusan VAR

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55 WIB
Pelatih Swiss, Murat Yakin sadar akan keperpihakan wasit terhadap Argentina.

SportlinkNews - Pelatih tim nasional Swiss, Murat Yakin, menegaskan skuad asuhannya sangat layak mendapatkan apresiasi tinggi meskipun baru saja menelan kekalahan pahit 1-3 dari Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Ia memuji habis-habisan daya juang pasukannya yang tampil berani di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) pagi WIB.

Pertandingan perebutan tiket semifinal tersebut awalnya sempat berjalan tidak mudah bagi Swiss setelah kebobolan cepat pada menit ke-10. Gelandang Argentina, Alexis Mac Allister, sukses mencatatkan namanya di papan skor.

Merespons ketertinggalan tersebut, Swiss langsung menaikkan intensitas serangan dengan terus mengurung lini belakang La Albiceleste. Upaya tanpa kenal lelah yang diperagakan negara Eropa terebut akhirnya membuahkan hasil manis ketika pertandingan memasuki menit ke-67.

Baca Juga: Igor Tolic Pimpin Latihan Perdana Persib, Enam Pemain Absen

Penyerang sayap Dan Ndoye berhasil mengoyak jala gawang Argentina yang dikawal ketat Emiliano Martinez melalui sepakan terukur dari dalam area penalti. Gol penyeimbang tersebut seketika membakar semangat bertanding seluruh penggawa Swiss untuk berbalik membalikkan keadaan.

Namun, di tengah momentum kebangkitan yang sedang berada pada puncaknya, petaka besar justru menghampiri Swiss tepat pada menit ke-72. Wasit secara mengejutkan mengeluarkan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah kepada penyerang, Breel Embolo.

Pada awalnya, pengadil lapangan hijau sempat meniup peluit tanda pelanggaran bek Argentina, Leandro Paredes, terhadap Embolo hingga membuahkan kartu kuning. Akan tetapi, keputusan tersebut mendadak dianulir setelah wasit mendapatkan instruksi peninjauan ulang dari ruangan Video Assistant Referee (VAR).

Baca Juga: Persija Rekrut Jebolan Timnas Kroasia Perkuat Lini Pertahanan untuk Super League 2026/27

Melalui tayangan ulang di monitor, Embolo dinilai telah melakukan aksi diving sebelum terjadinya kontak fisik dengan Paredes. Keputusan dari perangkat pertandingan ini langsung memicu gelombang protes keras dari seluruh staf kepelatihan Swiss di pinggir lapangan.

Yakin secara terbuka melayangkan kritik tajam dengan menyebut hukuman kartu kuning kedua tersebut sangat tidak layak diberikan kepada anak asuhnya. Ia menilai situasi perebutan bola yang terjadi di lapangan kala itu sama sekali tidak berada dalam posisi yang membahayakan.

Akibat kalah jumlah pemain di sisa waktu normal, dominasi permainan Swiss perlahan runtuh hingga Argentina mampu mencetak dua gol penentu lewat Julian Alvarez dan Lautaro Martinez pada babak tambahan. Kendati gagal melangkah ke fase empat besar, Yakin tetap memandang performa kolektif timnya dengan rasa hormat yang tinggi.

Baca Juga: Dedikasi Achmad Jufriyanto dari Pemain Persib Kini Jadi Staf Pelatih Igor Tolic

"Saya ingin memuji seluruh tim karena kami berhasil bangkit dari ketertinggalan satu gol melawan juara dunia dan kami memiliki momentum," kata Yakin usai pertandingan, dikutip dari Reuters.

"Kami mendominasi dan mengendalikan pertandingan, lalu kami dihukum karena aturan yang tidak dapat diterima. Saya tidak mengerti. Para pemain saya adalah pahlawan sejati," Yakin menambahkan.

Halaman:

Tags

Terkini

Beckham Pamer Istri di Ponsel

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:50 WIB