internasional

Kisah di Balik Selebrasi Unik Pedro Porro Saat Spanyol Singkirkan Prancis

Rabu, 15 Juli 2026 | 22:25 WIB
Pemain Spanyol Pedro Porro melakukan selebrasi usai bobol gawang Prancis di semifinal Piala Dunia 2026.

SportlinkNews- Keberhasilan Spanyol mengamankan tiket final Piala Dunia 2026 diwarnai aksi perayaan gol yang emosional dari bek Pedro Porro. Skuad La Furia Roja melangkah ke partai puncak setelah menumbangkan Prancis dengan skor 2-0 di Dallas Stadium, Rabu (15/7) dini hari WIB.

Porro sukses mengunci kemenangan Spanyol lewat gol penutup yang dilesakkannya pada paruh babak kedua. Pemain Tottenham Hotspur tersebut bergerak taktis memanfaatkan umpan pendek Dani Olmo sebelum melepaskan sepakan keras ke gawang Prancis.

Sesaat setelah bola merobek jala gawang Prancis, Porro langsung berlari ke pinggir lapangan untuk melakukan selebrasi yang tidak biasa. Ia memilih merayakan momen krusial tersebut dengan cara duduk santai bersila sambil melayangkan tinju tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara.

Baca Juga: Memanas! Fans Argentina Marah Bakar Bendera Inggris

Gaya unik yang diperagakan oleh pemain berusia 26 tahun tersebut langsung memicu gelombang rasa penasaran yang besar di jagat media sosial. Para warganet mulai menebak-nebak makna di balik gestur tersebut dengan berbagai spekulasi yang berkembang secara liar.

Sebagian kalangan menilai aksi duduk bersila tersebut merupakan bentuk protes terselubung terhadap kritik tajam yang sempat menerpanya. Pendapat lain mengaitkan gestur kepalan tangan itu sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada sosok pahlawan pribadi dalam kehidupan Porro.

Bahkan, tidak sedikit dari pencinta kultur pop Jepang yang menyamakan pose tersebut dengan gerakan ikonik karakter fiksi Seishiro Nagi dalam serial anime sepak bola Blue Lock. Berbagai asumsi yang beredar luas di ruang digital tersebut akhirnya membuat Porro merasa perlu untuk memberikan klarifikasi.

Baca Juga: Statistik Argentina vs Inggris, Three Lions Unggul Tipis

Porro mengungkapkan selebrasi tersebut murni didekasikan untuk meniru tingkah jenaka dari putra kandungnya yang bernama Pedro. Sang buah hati diketahui memiliki kebiasaan unik selalu mengacungkan tangan kanan setiap kali menyaksikan rekaman video performa ayahnya di lapangan hijau.

"Putra saya yang sekarang tak bisa menemani saya karena sedang demam," kata Porro kepada USA Today usai laga.

Perasaan haru dan bangga pun bercampur menjadi satu dalam benak mantan pemain Sporting Lisbon tersebut setelah peluit panjang ditiup wasit. Kesempatan mencetak gol di panggung sebesar semifinal turnamen dunia diakui sebagai pencapaian tertinggi yang sangat emosional bagi karier profesionalnya.

Baca Juga: Duel Argentina vs Inggris: Penantian Panjang Lionel Messi di Piala Dunia

"Ini adalah momen yang bercampur emosi, sebab anak saya tak bisa hadir di sini dan ayahnya berhasil mencetak gol. Saya mempersembahkan ini buat anak saya dan semoga dia sudah lebih baik besok," ujarnya.

Kontribusi yang ditunjukkan Porro selama pertandingan terbukti mendapat apresiasi tinggi dari FIFA. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik (MoTM) dalam duel sengit tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini