Lamine Yamal menjadi wajah baru sepak bola dunia bersama tim nasional Spanyol. Kylian Mbappe tetap menjadi superstar bagi tim nasional Prancis.
Jude Bellingham, Jamal Musiala, Erling Haaland... semuanya membawa gaya sepak bola yang sangat menghibur dan daya tarik komersial yang luar biasa bagi tim nasional mereka masing-masing.
Jika Argentina mempertahankan identitasnya saat ini tetapi tidak lagi memiliki Messi sebagai jangkar emosionalnya, mereka akan menghadapi tantangan yang signifikan.
Baca Juga: Persiapan Lebih Matang, Persija Tunda Keberangkatan Pramusim ke Thailand
Penonton netral mungkin masih menghormati mereka. Tetapi berapa banyak orang yang benar-benar akan mencintai mereka?
Karena penggemar selalu bersedia memaafkan pelanggaran, trik kotor, atau adu mulut jika di balik semua itu ada seorang jenius yang membawa keindahan pada sepak bola.
Messi adalah "tiket pengecualian" itu. Dia membuat orang rela mengabaikan banyak hal yang tidak menyenangkan untuk terus mendukung Argentina.
Ketika Messi tidak lagi berada di lapangan, setiap kontak fisik hanya akan menjengkelkan, setiap taktik mengulur waktu akan membosankan penonton, dan setiap upaya untuk menekan wasit hanya akan membuat mereka lelah.
Baca Juga: Begini Cara Yamal Merayakan Kemenangan Piala Dunia dengan Pacar Baru
Sepak bola terkadang menampilkan tim yang berperan sebagai penjahat. Tim nasional Argentina tentu bisa menerima peran itu jika itu berarti memenangkan trofi.
Tetapi bahkan penjahat pun membutuhkan karakter yang mampu memikat penonton. Sepanjang perjalanan Argentina sejauh ini, Messi telah menjadi karakter itu.
Namun, ketika Messi pensiun, apa yang akan tersisa bagi tim nasional Argentina untuk terus memikat penggemar di seluruh dunia?
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)