SportlinkNews - Santer terdengar kabar kalau Italia sedang gencar mendekati Pep Guardiola untuk dibujuk agar mau melatih Azzuri.
ESPN mengungkapkan awal pekan ini bahwa Italia adalah salah satu dari empat negara yang telah mendekati Guardiola sejak ia meninggalkan Manchester City pada akhir musim lalu.
Namun dikabarkan La Gazzetta dello Sport, Jumat (24/7/2026) bahwa Pep Guardiola telah menolak tawaran tersebut.
Baca Juga: Indonesia Awali SEATRC Cup 2026 dengan Sempurna, Kawinkan Emas di Nomor Vertical 7 km
Sebuah sumber yang dekat dengan Guardiola menegaskan kepada ESPN bahwa pembicaraan untuk melatih Timnas Italia saat ini adalah hal yang mustahil mengingat keinginan pelatih asal Catalan itu untuk mengambil waktu istirahat.
Mantan manajer Barcelona dan Bayern Munich itu ingin memprioritaskan kehidupan pribadinya setelah menghabiskan 10 tahun di posisi puncak di Manchester City.
Ketika ia kembali ke dunia sepak bola, tambah sumber tersebut, ia akan terbuka untuk terjun ke sepak bola internasional, dengan beberapa negara lain juga menjajaki ketersediaannya musim panas ini.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan dan Siaran Langsung Turnamen Piala Presiden 2026
Sumber tersebut tidak menyebutkan negara mana yang dimaksud, tetapi Belanda dan Inggris sebelumnya telah dikaitkan dengan minat pada Guardiola.
Direktur teknik baru Italia, Paolo Maldini, mengungkapkan pekan ini bahwa federasi sepak bola negara tersebut (FIGC) juga telah menghubungi pelatih Brasil saat ini, Carlo Ancelotti, mengenai posisi yang kosong tersebut.
Namun, Ancelotti memiliki kontrak dengan Brasil hingga 2030 dan akan tetap berada di posisinya meskipun tersingkir dari Piala Dunia di babak 16 besar oleh Norwegia.
Baca Juga: Tinggalkan Sporting CP, Hidemasa Morita Merapat ke Hull City
Mantan pelatih Italia, Roberto Mancini, yang membawa Azzurri meraih kejayaan di Euro 2020, pemenang Piala Dunia 2006 Andrea Pirlo, dan Antonio Conte juga dikaitkan dengan posisi tersebut.
FIGC telah mencari pelatih baru sejak pengunduran diri Gennaro Gattuso setelah kekalahan di babak play-off Piala Dunia melawan Bosnia-Herzegovina pada bulan April.