SportlinkNews - Al Nassr menghadapi krisis keuangan serius dengan utang melebihi 213 juta dolar AS atau sekitar Rp 3 triliun. Masa depan Cristiano Ronaldo di Liga Pro Saudi menjadi tidak pasti.
Menurut surat kabar Al-Riyadiah, sebagian besar jumlah tersebut berasal dari keputusan pengeluaran yang buruk yang dibuat musim lalu oleh tim tempat superstar Cristiano Ronaldo bermain.
Situasi tersebut memaksa Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) untuk meningkatkan pengawasan dan membatasi pengelolaan keuangan dewan klub.
Baca Juga: Emiliano 'Dibu' Martinez Isyaratkan Pensiun setelah Kekalahan di Final Piala Dunia
Hal ini mencegah Al Nassr merekrut pemain baru sampai mereka dapat menunjukkan dana yang cukup dari kesepakatan sponsor atau sumber pendapatan lainnya.
Rencana restrukturisasi PIF terdiri dari tiga komponen utama. Selain memperketat kewenangan pengambilan keputusan keuangan, dana investasi nasional Arab Saudi ini telah mempekerjakan konsultan bisnis, keuangan, dan hukum independen untuk mencari cara meningkatkan pendapatan komersial, memangkas biaya, dan mengembangkan peta jalan untuk memulihkan keberlanjutan.
PIF juga mempertimbangkan dua tawaran untuk mengakuisisi Al Nassr, dengan opsi yang lebih disukai adalah penjualan sebagian saham.
Baca Juga: Real Madrid Ingkari Kesepakatan dengan PSG, Bawa 'Bom' Senilai Rp 1,6 Triliun
Sumber-sumber mengindikasikan bahwa langkah-langkah ini bertujuan untuk “melindungi nilai keuangan klub, nilai merek, dan komunitas penggemar, mencegah penumpukan utang lebih lanjut, dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan tata kelola.”
Al Nassr juga harus memenuhi persyaratan FIFA dan organisasi sepak bola internasional lainnya untuk klub-klub yang dimiliki bersama oleh PIF.
Untuk memastikan keadilan, dukungan keuangan harus dialokasikan secara adil, sementara dana tersebut tidak boleh secara langsung mengganggu keputusan profesional.
Baca Juga: Ronaldo: Spanyol Memberikan Kekalahan Memalukan pada Messi
Krisis ini telah membayangi masa depan superstar Ronaldo. Striker asal Portugal ini telah secara signifikan meningkatkan nilai komersial Al Nassr dan membawa Liga Pro Saudi lebih dekat ke khalayak global sejak bergabung pada akhir tahun 2022.
Namun, proyek yang berpusat pada striker berusia 41 tahun ini juga merupakan investasi termahal dalam sejarah klub.
Pada tahun 2025, kedua pihak menandatangani kontrak dua tahun senilai $676 juta, belum termasuk keuntungan materi lainnya untuk CR7.