internasional

Presiden FIFA Angkat Bicara di Tengah Kritik Terhadap Piala Dunia 2026

Selasa, 28 Juli 2026 | 09:25 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino menuai kecaman selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

SportlinkNews - Presiden FIFA Gianni Infantino percaya bahwa banyak orang didorong oleh kebencian, mengabaikan segalanya untuk mengkritik Piala Dunia 2026.

"Kepada semua yang melewatkan momen-momen ketika anak-anak, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul bersama untuk pertandingan yang indah ini," tulis Infantino.

"Saya meminta maaf karena mengatakan ini setelah pertandingan berakhir dan saya meminta maaf karena melewatkan semua momen kebersamaan itu," lanjutnya.

Baca Juga: Indonesia Borong 16 Medali di Meksiko, Kadek Dwi Pecahkan Rekor Dunia 

Infantino meminta maaf karena membiarkan kebencian dan kritik menutupi segalanya. Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas putih, di balik layar yang menyebarkan kebencian dan rumor palsu.

"Saya ingin mengatakan bahwa sementara Anda berada di balik layar, kami – FIFA – berada di garis depan, mengorganisir, bekerja keras, dan memberikan kinerja terbaik," ungkap kepala FIFA tersebut.

Presiden Infantino menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen yang bebas kekerasan, bebas insiden, dan 100% aman dan terjamin.

Ia menyatakan bahwa hanya akan ada kegembiraan dan kebahagiaan. Infantino menyebutkan fakta bahwa 7 juta orang dari lebih dari 200 negara telah menghadiri pertandingan sepanjang turnamen.

Baca Juga: IOC Tegaskan Tidak Usut Kasus Presiden FIFA Gianni Infantino dan Donald Trump

Pada Piala Dunia 2026, FIFA menghadapi kritik atas kinerja wasit dan skandal seputar striker Balogun, yang penangguhan hukumannya setelah menerima kartu merah ditunda.

Badan pengatur sepak bola dunia itu berulang kali dikecam karena menjual tiket dengan harga selangit, alokasi tiket yang tidak efisien, dan eksploitasi komersial yang berlebihan.

FIFA bahkan menambahkan jeda tiga menit di setiap babak agar para pemain dapat minum. Dalam pertandingan final, FIFA memperpanjang jeda babak pertama untuk mengadakan pertunjukan di jeda pertandingan.

Baca Juga: ASEAN Championship 2026: Debut Sensasional Mitchell Baker Antar Indonesia Libas Kamboja 5-1

Presiden Infantino menyatakan bahwa keputusan wasit yang kontroversial atau keputusan disiplin yang tidak biasa adalah hal biasa dan diterima secara luas di beberapa liga terbesar di dunia.

Halaman:

Tags

Terkini

Nasib Kiper Tanjung Verde Berubah Drastis

Senin, 27 Juli 2026 | 11:45 WIB