Sebelum proposal ini, Piala Dunia pada dasarnya adalah turnamen yang sepenuhnya dimiliki oleh FIFA – badan yang mewakili 211 federasi anggota di seluruh dunia.
Festival sepak bola terbesar di planet ini beroperasi sebagai "aset bersama" dunia sepak bola, sepenuhnya bebas dari campur tangan investor swasta.
Semua pendapatan besar dari turnamen (seperti hak siar televisi dan sponsor) dipertahankan oleh FIFA untuk investasi kembali dan pengembangan sepak bola di negara-negara peserta.
Pada intinya, Piala Dunia adalah acara komunitas, yang mewakili semangat sportivitas murni dan tidak dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan bagi individu atau dana keuangan mana pun.
Baca Juga: Erick Thohir: FIFA Umumkan Komposisi Peserta FIFA ASEAN Series dalam Dua Pekan
Selama dua bulan terakhir, UEFA secara konsisten memprotes keputusan FIFA.
Saat Piala Dunia 2026 dimulai, UEFA dengan keras mengkritik badan pengatur sepak bola paling kuat karena menyetujui untuk mengembalikan skorsing striker Balogun.
UEFA menyebutnya sebagai keputusan yang merusak sepak bola dan bertentangan dengan semangat sportivitas.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)