SportlinkNews - Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional Belanda.
Individu berusia 46 tahun ini telah mencapai kesepakatan dengan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengenai kontrak yang berlaku hingga Piala Dunia 2030.
Menanggapi penunjukan tersebut, Xavi berkata: "Menjadi pelatih tim nasional Belanda merupakan suatu kehormatan besar.
Sebagai seseorang yang ditempa di akademi FC Barcelona dan sangat dipengaruhi oleh sosok-sosok seperti Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki ikatan khusus dengan sepak bola Belanda."
Baca Juga: Persik Kediri Bawa Misi Besar ke Malaysia, Bidik Trofi Internasional Pertama
Bisa dibilang, kata Xavi dirinya adalah 'anak' dari sepak bola Belanda. Pelatih-pelatih hebat lainnya—terutama Louis van Gaal, yang memberikan kesempatan debut baginya di Barcelona, serta Frank Rijkaard—memainkan peran krusial dalam membentuk dirinya, baik sebagai pemain maupun pelatih.
"Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang sangat menarik bagi saya: gaya permainan menyerang yang mengutamakan penguasaan bola, dipadukan dengan kreativitas, semangat, dan tekad yang kuat," pungkasnya.
Tentu saja, tujuan utamanya adalah meraih kemenangan, namun Xavi ingin mencapainya dengan cara yang menampilkan karakteristik tersebut sekaligus memberikan hiburan bagi para penggemar.
Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia Tertahan di Belanda, Hilgers Minta Bantuan UEFA
Potensi serta fondasi untuk pengembangan tim sudah tersedia. "Saya sangat menantikan untuk memulai tantangan ini bersama para pemain, staf pelatih, dan seluruh tim di KNVB."
Setelah meraih kesuksesan luar biasa sebagai pemain bagi Barcelona dan tim nasional Spanyol—termasuk menjuarai Piala Dunia 2010 serta dua gelar Kejuaraan Eropa berturut-turut pada tahun 2008 dan 2012—Xavi beralih menjadi pelatih di klub Qatar, Al Sadd, pada tahun 2019.
Usai periode yang sangat sukses di Qatar dengan raihan tujuh gelar juara, Xavi kembali untuk menggantikan Koeman pada saat klub asal Catalunya itu sedang mengalami masa-masa sulit.
Baca Juga: Xavi Ungkap Laporta Akan Tendang Messi Jika Kembali ke Barcelona
Namun, ia berhasil membangkitkan kembali performa tim di Camp Nou, serta membawa mereka menjuarai La Liga pada musim 2022-2023 dan Piala Super Spanyol pada tahun 2023.
Tapi, ia gagal mempertahankan momentum tersebut; setelah menjalani musim 2023-2024 tanpa raihan trofi, ia harus melepas jabatan pelatih kepala kepada Hansi Flick.