Shell menyatakan bahwa bahan bakar terbaru ini menghasilkan pengurangan emisi gas rumah kaca setidaknya sebesar 70% dibandingkan dengan tolok ukur rata-rata bensin dalam standar bahan bakar terbarukan (Renewable Fuel Standard).
Bahan bakar tersebut akan terus memenuhi persyaratan performa dan ketahanan yang ditetapkan oleh IndyCar serta para produsen mesinnya.
Menurut IndyCar, ajang ini menjadi seri balap motor utama pertama yang berbasis di AS yang menggunakan bahan bakar terbarukan saat program tersebut dimulai pada tahun 2023.
Baca Juga: Chelsea Rilis Nomor Punggung Pemain untuk Liga Primer Musim 2026/27
"Selama beberapa dekade, Shell dan IndyCar telah bekerja sama untuk mendorong inovasi melalui lingkungan pengujian yang menantang dalam dunia balap motor," ujar Presiden Shell USA, Colette Hirstius.
"Kolaborasi tersebut terus berlanjut hingga hari ini dengan bahan bakar balap terbarukan yang dirancang untuk menghasilkan performa dan keandalan yang dibutuhkan dalam dunia balap."
"Sekaligus menggunakan bahan baku terbarukan yang bersumber dari Amerika Serikat," ucapnya.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
IndyCar Kenalkan Aeroscreen Baru untuk Perlindungan dan Kenyamanan Pembalap
Kemitraan British Cycling dengan Shell Mendapatkan Sentimen Negatif yang Bikin UK Sport Bereaksi Tegas
Ancaman Badai Tornado Batalkan Sesi Latihan IndyCar di Iowa Speedway
Pembalap Indycar Ikut Pantau Piala Dunia 2026 di Sela-sela Balapan Akhir Pekan