Imran Nahumarury, Dobrak Dominasi Asing di Pelatih Terbaik Liga 1 2024/25

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 21 Mei 2025 | 19:49 WIB
Pelatih Malut United FC, Imran Nahumarury. Ia jadi satu-satunya pelatih asal Indonesia yang masuk dalam jajaran nominasi pelatih terbaik Liga 1 2024/25.
Pelatih Malut United FC, Imran Nahumarury. Ia jadi satu-satunya pelatih asal Indonesia yang masuk dalam jajaran nominasi pelatih terbaik Liga 1 2024/25.

SportlinkNews - Di tengah dominasi pelatih asing di jajaran nominasi pelatih terbaik BRI Liga 1 musim 2024/25, nama Imran Nahumarury mencuat sebagai satu-satunya pelatih Indonesia yang masuk nominasi tersebut.

Keberhasilannya mengantarkan Malut United FC, tim promosi asal Timur Indonesia yang finis sementara di posisi ketiga klasemen Liga 1 jadi kejutan yang membawakan angin segar. 

Hal itu menjadikannya sebagai alasan utama layak masuk dalam nominasi bersanding dengan nama-nama tenar lainnya.

Baca Juga: Fadia Ukir Sukses Ganda di Malaysia Masters 2025

Berdasarkan hasil evaluasi Tim Technical Study Group (TSG) BRI Liga 1 yang di rilis sebelumnya, Imran bersaing dengan Bojan Hodak (Persib Bandung), Jan Olde Riekerink (Dewa United FC), Ong Kim Swee (Persis Solo), Angel Alfredo Vera (Madura United FC), dan Bernardo Tavares (PSM Makassar).

Pencapainya ini terasa spesial, karena Imran merupakan satu-satunya pelatih lokal yang menangani tim sejak awal musim. Strateginya yang pas, membuatnya Malut United menjadi tim kuda hitam.

Imran tak datang dengan ambisi kosong. Ia membawa pendekatan taktis yang realistis dan progresif, serta pemahaman mendalam atas karakter pemain Indonesia. 

Baca Juga: Tiga Ganda Campuran Indonesia Melangkah ke Babak Dua Malaysia Masters 2025

Mengandalkan formasi fleksibel seperti 4-2-3-1 dan 4-1-4-1, Malut United dikenal dengan kemampuan membangun serangan dari belakang dan kecepatan serangan sayap.

Sejauh ini, per 21 Mei 2025, rekor pertandingan Malut United FC tercatat 32 bermain, 16 kali menang, delapan kali seri, delapan kali imbang. 

Menghasilkan gol memasukan 47 dan kemasukan 35, menempati posisi ketiga klasemen Liga 1 dengan raihan 56 poin.

Berbekal pengalaman melatih PSIS Semarang dan PSIM Yogyakarta, pelatih berusia 46 tahun itu kini menuai buah kerja kerasnya. 

Baca Juga: Brunson vs Haliburton: Babak Baru dalam Rivalitas Lama Knicks-Pacers

Dalam atmosfer kompetisi yang ketat, ia menunjukkan bahwa pelatih lokal pun mampu bersaing di level tertinggi jika diberi kepercayaan penuh.

"Kami tidak bermain ngotot seperti tim besar, tapi juga tidak pasif. Yang terpenting adalah konsisten dan efisien," kata Imran dalam satu kesempatan wawancara.

Dengan masuknya Imran dalam nominasi Pelatih Terbaik, pecinta sepak bola nasional seperti kembali diingatkan bahwa potensi pelatih lokal belum habis. 

Imran kini menjadi simbol kebangkitan dan harapan bagi generasi pelatih Indonesia di masa depan.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: ligaindonesiabaru.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X