Persis Solo Punya Pelatih Baru, Berpengalaman di Malaysia dan Australia

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 17:45 WIB
Peter de Roo resmi ditunjuk jadi pelatih Persis Solo gantikan Ong Kim Swee (Persis Solo)
Peter de Roo resmi ditunjuk jadi pelatih Persis Solo gantikan Ong Kim Swee (Persis Solo)

SportlinkNews - Laskar Sambernyawa kini punya pelatih baru. Peter de Roo kini dipercaya manajemen klub untuk menjadi pelatih kepala Persis Solo menghadapi Liga 1 2025/26.

Peter de Roo menjadi rekrutan pertama yang diumumkan oleh Persis Solo, dan akan memboyong asisten pelatih beserta pelatih fisik yang akan menyusul ke Solo jelang latihan perdana tim.

Peter merupakan pelatih berpengalaman di sepakbola Asia dan Australia. Pria berkebangsaan Belanda ini mengawali kariernya usai bermain sebagai Direktur Teknik di kesebelasan Belanda, SC Cambuur (2003-2008).

Baca Juga: Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia Antarklub FIFA 2025

Perjalanan kariernya berlanjut di Australia sebagai Direktur Teknik untuk badan sepakbola negara bagian Queensland, Football Queensland, pada 2009 hingga 2011.

Kemudian dirinya menduduki posisi Direktur Teknik untuk FFA Center of Excellence, sebuah program identifikasi bakat sepakbola dan pengembangan pemain yang dijalankan oleh Federasi Sepakbola Australia (FAA).

Untuk di Asia, Peter mulai menjalankan peran Direktur Teknik Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) pada 2017 – 2021.

Baca Juga: Persib Tambah Pemain Baru Boyong Uilliam Barros dan Berguinho ke Bandung

Pria berusia 55 tahun ini kemudian mengarsiteki klub peserta Singapore Premier League, Balestier Khalsa, pada 2022 hingga 2025, dan berhasil mengantarkan tim tersebut ke posisi keempat musim SPL 2024/2025.

Pria kelahiran Amsterdam, 55 tahun silam ini mengungkapkan perbedaan yang ia amati selama berkarier di berbagai negara, dengan sepakbola Indonesia.

Menurutnya, negara seperti Belanda dan Australia memiliki keunggulan pada infrastruktur serta visi jangka panjang yang jelas dan terstruktur.

Baca Juga: Simone Inzaghi Bawa Efek Positif di Al Hilal, Lawan Manchester City Jadi Ujian Pertamanya

“Setelah bekerja di berbagai lingkungan sepakbola seperti Belanda, Australia, Malaysia, dan Singapura, saya melihat perbedaan dan persamaan saat membandingkannya dengan sepakbola di Indonesia,” katanya.

“Salah satu perbedaan utama terletak pada infrastruktur sepak bola dan perencanaan jangka panjang," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: persis solo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X