"Misalnya, di Belanda dan Australia, sering kali ada struktur yang lebih jelas dari pengembangan pemain muda hingga tingkat profesional, dengan fokus yang kuat pada
pendidikan pelatih, analisis data, dan disiplin taktis sejak usia muda."
"Di Indonesia, semangatnya luar biasa, tetapi sistemnya masih berkembang. Ada potensi besar, tetapi mungkin perlu konsistensi dalam pengembangan pemain muda dan pendidikan pelatih,” jelasnya.
Peter de Roo menyebut bahwa suporter di Indonesia memiliki kelebihan dibandingkan negara lainnya, dan lebih menuntut tim untuk mencapai hasil positif.
Hal ini membuat pelatih harus pandai untuk mengelola mentalitas serta konsistensi.
Artikel Terkait
Persis Solo Finis di Papan Bawah, Ong Kim Swee Incar Papan Atas Musim Depan
Persis Solo Perpanjang Kontrak Eky Taufik dan Sho Yamamoto untuk Liga 1 2025/26
Ong Kim Swee, Dilepas Persis Solo Mendarat di Persik Kediri
Persis Solo Perpanjang Kontrak Gianluca Pandeynuwu Hingga 2027