Piala Presiden 2025 Resmi Dibuka Tanpa Kehadiran Presiden RI

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 6 Juli 2025 | 20:50 WIB
Trofi Piala Presiden 2025 yang hadir dengan tampilan baru.
Trofi Piala Presiden 2025 yang hadir dengan tampilan baru.

SportlinkNews - Turnamen pramusim Piala Presiden 2025 akhirnya resmi dibuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu malam, 6 Juli 2025.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tidak hadir dalam pembukaan karena tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasil untuk menghadiri KTT BRICS. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kepada awak media.

Ia juga menyebutkan bahwa setelah dari Brasil, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Eropa untuk agenda penandatanganan kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa.

"Bapak Presiden lagi di Brasil. Lalu ada rencana juga ke Eropa, ada penandatanganan kerja sama Indonesia-Eropa infonya. Apakah nanti final beliau akan hadir, kita lihat saja nanti. Prioritas utama tentu tugas negara, bola nomor dua," ujar Erick.

Baca Juga: Stefano Lilipaly Resmi Gabung Dewa United, Target Juara Liga 1 dan AFC

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo hadir mewakili Presiden. 

Momen pembukaan berlangsung meriah dengan melibatkan 2.200 anak-anak dari sekolah sepak bola (SSB) yang mempersembahkan atraksi juggling, diselingi penampilan dari penyanyi muda berbakat Lyodra Ginting.

Simbolisasi pembukaan dilakukan dengan penekanan tombol bersama oleh Erick Thohir, Menpora Dito, dan Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait. Di momen itu pula, trofi Piala Presiden edisi terbaru ditampilkan ke publik.

Baca Juga: Gagal Lolos Piala Asia, Timnas Putri Evaluasi Diri dan Siapkan Target Baru di ASEAN Championship

Rekor baru dan terobosan

Dalam sambutannya, Maruarar Sirait menyebut turnamen kali ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Piala Presiden. Menurutnya ada beberapa terobosan penting di edisi kali ini. 

"Pertama, total hadiah mencapai Rp11,8 miliar, tertinggi sejak turnamen ini digelar. Kemudian, pertama kali juga  menghadirkan dua tim luar negeri, yakni Oxford United (Inggris) dan Port FC (Thailand). Pertama, menggunakan wasit asing dari Singapura, Malaysia, dan Thailand, serta asisten wasit dari Uzbekistan," ujar Maruarar. 

"Turnamen ini didanai sepenuhnya oleh sponsor swasta, tanpa menggunakan dana dari APBN maupun BUMN, dengan total dukungan sponsor mencapai Rp68 miliar, berasal dari perusahaan-perusahaan besar seperti Astra, Emtek, Agung Sedayu, Adaro, Sinarmas, Indofood, dan dua sponsor utama lainnya," tambahnya. 

Baca Juga: Thibaut Courtois Bela Donnarumma soal Cedera Musiala: Itu Murni Nasib Buruk

Turnamen ini juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi rakyat melalui penyediaan 100 stan UMKM gratis di GBK dan 100 stan di Stadion Si Jalak Harupat.

Selain itu, panitia bekerja sama dengan sejumlah LSM lingkungan untuk menjaga kebersihan area selama penyelenggaraan berlangsung.

Tingginya antusiasme publik terlihat dari jumlah penonton, yakni 35.726 orang di GBK dan 19.707 di Si Jalak Harupat, dengan jangkauan media dan digital yang diklaim telah mencapai 120 juta penonton sejauh ini.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X