Gagal Lolos Piala Asia, Timnas Putri Evaluasi Diri dan Siapkan Target Baru di ASEAN Championship

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 6 Juli 2025 | 19:36 WIB
Skuat Timnas Putri Indonesia saat menghadapi China Taipei, 5 Juli lalu di Stadion Indomilk, Tangerang. (PSSI)
Skuat Timnas Putri Indonesia saat menghadapi China Taipei, 5 Juli lalu di Stadion Indomilk, Tangerang. (PSSI)

SportlinkNews - Tim Nasional Putri Indonesia menutup perjalanan mereka di Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 dengan hasil yang kurang menggembirakan.

Dari tiga laga yang dijalani, skuat Garuda Pertiwi hanya mampu mencatat satu kemenangan dan finis di peringkat ketiga grup.

Timnas pun gagal tampil di Piala Asia Wanita tahun depan. Karena sesuai aturan, hanya juara grup yang berhak mendapatkan tiket tampil di Piala Asia. 

Capaian ini tentu jauh dari target yang dicanangkan oleh Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, yakni lolos ke putaran final Piala Asia Wanita di Australia. 

Baca Juga: Rumor Peminjaman ke Belanda, Marselino Masih Dipantau Oxford United

Mochizuki, mengakui kekecewaannya terhadap hasil akhir tersebut. Namun, pelatih asal Jepang itu tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya sepanjang turnamen, terutama dari segi mentalitas dan perkembangan gaya bermain.

"Dulu, saat kami tertinggal (dalam pertandingan), menjaga mental pemain adalah tantangan besar. Tapi sekarang saya melihat ada progres, ketika tertinggal, ritme permainan jadi kunci," kata pelatih asal Jepang tersebut usai laga terakhir melawan China Taipei, Sabtu, 5 Juli kemarin di Stadion Indomilk, Tangerang.  

Meski membalikkan keadaan masih sulit, ia melihat, sekarang mental pemainnya sudah mulai terbangun

Dalam laga tersebut, Mochizuki menilai skuatnya menunjukkan peningkatan dalam hal keberanian menyerang dan mencoba lebih banyak tembakan ke gawang, meskipun hasilnya belum maksimal. 

Baca Juga: Insigne Ingin Lazio, tapi Embargo Bisa Memaksanya ke Tempat Lain

Pekerjaan rumahnya selanjutnya adalah memperbaiki faktor teknis seperti kontrol bola, chemistry antarpemain, dan keberanian membangun serangan. 

Meski belum puas dengan performa tim secara keseluruhan, Mochizuki menegaskan dirinya tidak akan menyerah.

Ia masih memiliki waktu hingga akhir tahun untuk memperbaiki kelemahan timnas jelang ASEAN Women's Championship 2025 yang akan digelar pada 6–19 Agustus mendatang.

"Ketika saya diminta memegang tim ini, saya punya rencana jangka panjang. Saya ingin membangun tim ini secara bertahap dalam 10 tahun ke depan, seperti Jepang, yang butuh waktu 10–30 tahun untuk jadi juara dunia. Saya ingin menerapkan nilai-nilai positif itu di Indonesia," tukasnya.

Baca Juga: Piala Presiden 2025: Persib Dipermalukan Port FC di Depan Ribuan Bobotoh

Menurut Mochizuki, target jangka pendek Timnas Putri Indonesia saat ini adalah meraih hasil maksimal di ASEAN Women's Championship.

Namun tantangan untuk skuat Garuda Pertiwi diakuinya akan semakin berat karena tim tidak akan diperkuat oleh pemain diaspora dan sejumlah pemain senior yang akan fokus ke Timnas U-20.

"Kami sedang berpikir bagaimana bisa memberikan hasil bagus di AFF nanti. Memang ada keterbatasan skuad, tapi kami ingin tampil baik dan menunjukkan progres," imbuhnya. 

"Untuk bisa konsisten di level tinggi, kami harus mulai bisa mengalahkan tim-tim seperti Thailand yang sudah rutin bermain di level Asia," kata Mochizuki kemudian.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X