Pekan Perdana Super League 2025/26 Diwarnai Ricuh, Larangan Suporter Away Tak Diindahkan

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 17:30 WIB
Komisaris PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq saat turun ke lapangan untuk berkoordinasi dengan Media Officer Madura United untuk menenangkan suporter yang mulai ricuh di tribun, kemarin. (Madura United)
Komisaris PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq saat turun ke lapangan untuk berkoordinasi dengan Media Officer Madura United untuk menenangkan suporter yang mulai ricuh di tribun, kemarin. (Madura United)

SportlinkNews - Larangan suporter tandang yang masih diberlakukan oleh I.League kembali dilanggar.

Padahal, Super League 2025/26 baru memasuki pekan pertama, namun kerusuhan antarsuporter sudah kembali terjadi pada laga Madura United kontra Persis Solo di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu, 9 Agustus 2025.

Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan tim tamu 2-1 itu berakhir ricuh. LOC pertandingan mengatakan bahwa kericuhan itu dimulai dari sejumlah aksi provokatif dilakukan oleh oknum suporter tim tamu.

Baca Juga: Garuda Pertiwi Muda Incar Kemenangan Besar demi Asa Lolos ke Piala Asia U-20 2026

Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk tidak menghadirkan suporter Persis Solo demi menjaga keamanan laga.

Komisaris PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq dalam siaran persnya, Minggu, 10 Agustus 2025, menuturkan kericuhan mulai terlihat sejak gol pertama Madura United tercipta.

Beberapa suporter Persis Solo melakukan pelemparan ke arah pemain Madura United yang tengah melakukan pemanasan di tepi lapangan, meski belum dalam skala masif.

Baca Juga: Kalah Tipis dari Puerto Riko, Asa Timnas Voli Putri U-21 Indonesia Menuju 16 Besar Kian Terjal

Situasi memanas saat proses pemeriksaan VAR untuk gol kedua. Menurut Zia, suporter tamu mulai melempar botol minuman ke arah tribun pendukung Madura United yang meneriakkan harapan agar gol tersebut dianulir.

"Lemparan itu mengenai kepala Hendra Zulkarnain, wartawan senior asal Pamekasan yang sedang duduk di tribun disabilitas VIP Selatan. Saat itu saya berada di dekat beliau, bersama rekan media lain, ikut terkena lemparan botol," ungkap Zia.

Awalnya, Zia enggan turun ke lapangan karena tidak membawa ID Card resmi dan sedang menonton bersama keluarga.

Baca Juga: Pep Guardiola Puas dengan Penampilan Tijjani Reijnders, Cetak Brace Saat Melumat Palermo

Namun, melihat situasi memanas, ia spontan turun bersama Ferdy selaku Media Officer Madura United dan Bryan selaku Media Officer Persis Solo untuk meredam kericuhan.

Upaya tersebut justru membuatnya menjadi sasaran lemparan berikutnya. "Botol, batu, puntung rokok dilemparkan ke arah saya, disertai hinaan bernada rasis seperti ‘manusia Mexico’, ‘penjual sate kampungan’, ‘Madura anjing’, dan lainnya," ujar Zia.

Aksi provokatif tersebut memicu reaksi dari sebagian suporter Madura United yang membalas lemparan ke arah tribun tamu. Lemparan juga sempat mengarah ke area tribun media dan mengenai sejumlah wartawan.

Baca Juga: El Rumi Raja Ring Selebriti, Hajar TKO Jefri Nichol dalam 38 Detik

Zia menegaskan, tiga hari sebelum pertandingan, manajemen dan perwakilan seluruh elemen suporter Madura sudah menyepakati larangan kehadiran suporter Persis Solo. Hal ini juga telah disampaikan ke pihak suporter Solo. 

Namun, pada hari pertandingan, sekitar sepuluh bus suporter tim tamu tetap datang ke stadion.

"Pelemparan masih berlanjut bahkan hingga di luar stadion. Atas insiden ini, Madura United akan segera melaporkan secara resmi kepada PT Liga Indonesia Baru agar ditindaklanjuti sesuai regulasi," pungkas Zia.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X