Walaupun Rizky Ridho sempat tidak bermain penuh saat melawan Persis karena mengalami sakit perut di menit ke-80, peran Hansamu Yama sebagai pengganti tetap menjaga stabilitas pertahanan.
Hal ini menegaskan bahwa Persija tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain, melainkan memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk menjaga konsistensi permainan.
Pelatih Souza pun menyoroti sejumlah kelebihan yang ditunjukkan duet Amat dan Ridho.
Keduanya dinilai kokoh dalam menghadapi duel individu, disiplin menjaga area pertahanan, serta kompak dalam mengatur organisasi lini belakang.
Baca Juga: Carlos Franca, Calon Bintang Laskar Kalinyamat Mulai Tebar Ancaman di Super League 2025/26
“Mereka kokoh di lini belakang. Mereka kuat dalam berduel individu. Mereka juga kompak menjaga organisasi pertahanan,” tutup Souza.
Tantangan berikutnya sudah menanti. Persija dijadwalkan menghadapi Malut United pada pekan ketiga Super League 2025-2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (23/8/2025).
Pertandingan ini diperkirakan akan kembali menguji ketangguhan pertahanan Macan Kemayoran, khususnya performa duo Amat–Ridho.
Baca Juga: Garuda Calling: Empat Pemain Persib Bandung Dipanggil untuk Memperkuat Skuat Timnas Indonesia
Dengan tren positif yang sudah terbangun, lini belakang Persija diprediksi menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan mereka sepanjang musim ini.
Kehadiran dua pemain berlabel timnas tentu memberi tambahan rasa percaya diri bagi tim sekaligus menjanjikan kestabilan permainan yang dibutuhkan untuk bersaing di papan atas.
Artikel Terkait
Memahami Science di Balik Bola Voli
Jadwal Pertandingan Super League 2025/26 Pekan Ketiga, Duel Persija vs Malut United Bakal Seru
Yuran Fernandes Kembali Memperkuat Pertahanan PSM Makassar Jelang Duel Kontra Semen Padang FC
Tyronne del Pino: Menghadapi Persija Tidak Mudah Mereka Punya Skuat yang Bagus
Kritisi Permenpora Nomor 14/2024, LaNyalla: Bisa Jadi Masalah Ekosistem Olahraga Nasional