Pelatih asal Brasil tersebut menekankan bahwa Persija mampu mengontrol jalannya pertandingan.
Namun, gol Malut United yang tercipta setelah kartu merah menjadi titik balik.
Baca Juga: Bojan Hodak Waspadai Ze Valente hingga Vidal Jelang Lawan PSIM Yogyakarta
“Setelah kartu merah, kami kemasukan lewat tendangan yang sulit dihentikan."
"Itu kelemahan kami. Tetapi meski kehilangan satu pemain, kami tetap berusaha mencetak gol,” tambahnya.
Souza meyakini seharusnya Persija bisa memenangkan pertandingan.
Baca Juga: Patrick Kluivert Panggil 27 Pemain, Beckham Putra Antusias Bela Timnas Indonesia
Akan tetapi, ia merasa terganggu dengan gaya bermain Malut United yang dianggap terlalu banyak melakukan drama di lapangan.
“Sebentar-sebentar mereka jatuh. Bahkan saat pergantian pemain di akhir laga, Tyronne del Pino memperlambat langkah keluar lapangan,” ujarnya dengan nada kesal.
Menurut Souza, hal tersebut mengganggu tempo permainan dan merugikan jalannya pertandingan yang seharusnya bisa berjalan lebih menghibur.
Baca Juga: Peluncuran Liga 4 Kota Depok Catat Sejarah Baru dalam Sepak Bola Nasional
“Sepak bola adalah pertandingan yang harus disaksikan dengan baik oleh semua orang."
"Suporter datang untuk melihat permainan yang hidup, bukan berhenti-lanjut, berhenti-lanjut,” tutupnya.
Dengan hasil ini, Persija harus puas berbagi satu poin dengan Malut United.
Meskipun kecewa dengan hasil akhir, Souza menegaskan akan melakukan evaluasi, terutama dalam hal efektivitas penyelesaian serangan.
Artikel Terkait
Laga Pembuka Serie A Napoli vs Sassuolo, Menanti Aksi Perdana Jay Idzes di Klub Barunya
Francesco Bagnaia Frustrasi, Marc Marquez Bersinar di Sesi Practice MotoGP Hungaria
Buka Turnamen Gateball Internasional Ketum KONI Pusat Dorong Digelarnya Sport Tourism
Hasil Super League: Persija Bermain Imbang dengan Malut United FC, Gol Maxwell Jadi Penyelamat Macan Kemayoran
Spekulasi Transfer Thom Haye, Persib Bandung Jadi Kandidat Terkuat