1. Strategi Pelatih yang Matang
Sang pelatih, Jean-Paul van Gastel, kerap disebut sebagai arsitek kebangkitan PSIM. Berbeda dengan musim lalu, ia kini berani memainkan formasi yang lebih fleksibel, berganti dari 4-3-3 ke 4-2-3-1 sesuai karakter lawan.
Strategi ini membuat PSIM sulit ditebak. Saat menghadapi tim dengan serangan sayap cepat, mereka menumpuk gelandang untuk mempersempit ruang.
Sebaliknya, ketika melawan tim bertahan rapat, van Gastel memberi kebebasan lebih pada wing-back untuk naik membantu serangan.
Baca Juga: Lewis Hamilton Berduka, Roscoe Meninggal dalam Pelukannya
Hasilnya, PSIM mampu mencetak gol ke gawang tim besar sekaligus menjaga rapatnya lini belakang.
"Ya, saya sangat puas. Selain itu, salah satu prinsip saya adalah jika kita bisa menang, kita tidak kalah. Jadi saya pikir tim saya telah mengikuti prinsip ini," ujar Jean-Paul van Gastel.
"Saya pikir mungkin kami seharusnya bermain pada malam hari, pukul tujuh. Mungkin itu akan lebih baik bagi kita, menurut data," lanjut pelatih asal Belanda tersebut.
Baca Juga: Klub La Liga Menggugat Federasi Sepak Bola Malaysia atas Naturalisasi Pemain Ilegal
2. Skuat Muda Penuh Energi
Regenerasi yang dilakukan PSIM musim ini juga menuai hasil positif. Cahya Supriadi (22 tahun) adalah representasi nyata betapa mereka betul-betul memanfaatkan tenaga muda yang tak gentar, ngotot, dan selalu berusaha keras.
Energi pemain muda ini berpadu dengan pengalaman pemain senior seperti kapten Reva Adi dan gelandang asing Ze Valente.
Perpaduan tersebut menciptakan harmoni: yang muda menyumbang kecepatan dan agresivitas, yang senior menambahkan ketenangan serta pengalaman.
Baca Juga: Kairat Almaty 0-5 Real Madrid: Mbappe Cetak Hattrick
Menariknya, PSIM tak hanya mengandalkan akademi sendiri, tapi juga berani merekrut talenta muda dari klub lain yang kurang mendapat menit bermain.
Kebijakan ini tak hanya menambah kedalaman skuat, tapi juga menciptakan kompetisi sehat di dalam tim.
3. Dukungan Suporter
Tak bisa dipungkiri, faktor eksternal terbesar PSIM musim ini datang dari tribun penonton. Brajamusti dan The Maident, dua kelompok suporter besar PSIM, tetap setia memadati Stadion Sultan Agung, Bantul.
Artikel Terkait
Hasil Super League: PSIM Tumbangkan Malut United, Dua Gol Bikin Laskar Kie Raha Frustasi
Hasil Super League: Borneo Rontokkan PSIM Yogya, Nadeo Bikin Frustasi Laskar Mataram
Duel Bali United FC vs PSIM Yogyakarta Jadi Debut yang Layak Disimak Pencinta Sepak Bola, Ini Alasannya
Lebih dari 17 Tahun Berpisah, PSM Makassar akan Layani Tantangan PSIM Yogyakarta di Pekan Ketujuh Super League 2025/26