Marak Isu PSSI di Medsos, Aiman Sampai Klarifikasi

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:51 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memecat Shin Tae-yong adalah berita bohong. (PSSI)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memecat Shin Tae-yong adalah berita bohong. (PSSI)

SportlinkNews - Hati-hati dengan informasi yang beredar di media sosial. Terutama isu liar soal dapur PSSI.

Banyak konten di media sosial yang dimanipulasi untuk menciptakan kegaduhan, membangun drama, dan mengejar popularitas semu.

Informasi seputar sepak bola nasional dalam beberapa pekan terakhir membuktikan betapa mudahnya kabar salah menyebar dan dipercaya publik.

Baca Juga: Saatnya Kita Dukung Timnas U17

Sebagian akun di media sosial menggunakan isu-isu seputar Timnas dan PSSI sebagai bahan provokasi dan konten sensasional.

Tujuannya bukan untuk mencerdaskan, melainkan untuk mendapatkan pengikut dan perhatian.

Kondisi ini terbukti dari dua peristiwa. Pertama, klarifikasi dari Aiman Witjaksono, Pemimpin Redaksi iNews Media Group, yang menegaskan pemberitaan berisi tuduhan, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memecat pelatih Shin Tae-yong karena alasan pribadi, adalah berita bohong (hoaks). 

Baca Juga: Arsenal Bersiap Memasuki Pertandingan ke-250 di Carabao Cup dengan Menghadapi Brighton & Hove Albion

Berita yang sempat ramai di medsos Minggu (26/10) itu bahkan mencatut nama iNews tanpa dasar.

Kedua, Tim Cek Fakta Kompas.com membantah klaim dalam video viral (28/10) yang menyebut Erick Thohir telah memilih pelatih asal Jepang untuk menukangi Timnas Indonesia. Hasil verifikasi menyebutkan informasi itu keliru dan menyesatkan.

Dua kasus di atas menunjukkan, media sosial bisa mengaburkan batas antara fakta dan opini, antara informasi dan spekulasi.

Netizen yang tidak hati-hati dalam memilah informasi ikut memperkuat penyebaran hoaks tanpa sadar, menjadikannya trending topic, namun justru merugikan upaya mencerdaskan publik sepak bola nasional.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-11 Super League 2025/26, Persib Ditantang Bali United FC

“Fenomena ini menunjukkan rendahnya literasi digital di kalangan publik sepak bola kita. Banyak orang ingin tahu cepat, tapi tidak ingin tahu benar. Padahal, berita palsu bisa membentuk opini yang salah dan merusak kepercayaan publik terhadap PSSI. Hal ini sangat disayangkan,” ujar Edison Bonar Tua Hutapea, Dosen Magister Ilmu Komunikasi & Pengamat Media, dari Universitas Paramadina di Jakarta, Rabu (29/10).

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X