Aksi tersebut menjadi titik balik bagi Borneo FC untuk kembali menguasai permainan.
Baca Juga: Persebaya Akhiri Kerja Sama dengan Eduardo Perez Usai Ditahan Imbang Arema FC
Beberapa penggemar sempat mempertanyakan posisi Nadeo yang dinilai bergerak sebelum bola ditendang.
Meski demikian, tayangan ulang memperlihatkan bahwa kiper asal Kediri tersebut masih berada di garis gawang saat eksekusi dilepas, sehingga penyelamatannya dinilai sah.
Momentum itu dimanfaatkan Borneo FC secara maksimal.
Baca Juga: Hasil Super League: Persita Tahan Malut United, VAR Batalkan Gol Indah Hokky Caraka
Pada menit ke-88, Douglas Coutinho muncul sebagai pembeda lewat golnya yang memastikan kemenangan Pesut Etam.
Tiga poin ini bukan hanya memperkokoh posisi puncak Borneo FC, tetapi juga menggarisbawahi peran penting Nadeo sebagai salah satu pilar tim musim ini.
Melalui akun Instagram pribadinya, Nadeo membagikan pesan singkat yang menggambarkan mentalitasnya di pertandingan tersebut.
Baca Juga: Arsenal vs Tottenham Hotspur: Derby North London yang Dimulai Sejak Tahun 1921
“Ambil tanggung jawab, putar balikkan keadaan, dan tiga poin di genggaman,” tulisnya.
Ia juga mengunggah penjelasan mengenai keputusan wasit yang hanya memberinya kartu kuning.
Dalam penjelasan tersebut, disebutkan bahwa aturan terbaru tidak menerapkan kartu merah untuk situasi attempt to play the ball dalam kasus denying of goalscoring opportunity (DOGSO).
Dengan demikian, duel satu lawan satu antara kiper dan striker di kotak penalti yang melibatkan upaya merebut bola akan berujung pada kartu kuning dan penalti, bukan kartu merah.
Aksi krusial Nadeo di laga ini kembali mempertegas kapasitasnya sebagai salah satu kiper terbaik di liga, sekaligus menjadi faktor penting bagi keberhasilan Borneo FC konsisten berada di jalur juara.
Artikel Terkait
Istri Messi atau Ronaldo yang Lebih Seksi?
Surat Kabar Argentina Ungkap Detail Skandal Sepak Bola Malaysia
Chelsea Kalahkan Burnley dan Semakin Mendekati Arsenal di Puncak Klasemen Liga Primer
Inter vs AC Milan: Debut Rivalitas Cristian Chivu dan Massimiliano Allegri sebagai Pelatih
Inter Milan dan Red Bull Jalin Kemitraan Global Selama Tiga Tahun