Pemain asal Belanda itu menilai keputusan wasit tidak sepenuhnya tepat.
Baca Juga: Dua Pasangan Muda Bersinar, Indonesia Kunci Dua Gelar di Australia Open 2025
“Mereka (Persib) juga mendapatkan penalti, yang menurut saya itu seharusnya bukan (penalti),” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi timnya saat ini memang sedang sulit.
“Semuanya sulit bagi kami sekarang. Tapi kami harus tetap berjuang dan menempati posisi yang seharusnya kami tempati.”
Baca Juga: Kalahkan Bhayangkara FC, PSIM Yogya Pertahankan Tren Positif di Pekan ke-13 Super League 2025/26
Meski demikian, Kuipers tetap menunjukkan optimisme. “Tapi tidak apa-apa, saya tahu, kami adalah tim yang kuat,” katanya.
Terlepas dari kekecewaan atas keputusan penalti, Kuipers mengungkapkan rasa bahagianya dapat kembali bermain di Stadion GBLA.
Seperti diketahui, ia pernah menjadi bagian penting Persib Bandung selama lima musim.
Baca Juga: Persebaya Akhiri Kerja Sama dengan Eduardo Perez Usai Ditahan Imbang Arema FC
Bersama klub Kota Kembang itu, Kuipers turut mengantar Persib meraih gelar Super League 2023-2024 dan 2024-2025.
“Jadi saya sangat senang bisa bermain di sini dan selalu bagus ketika kembali ke Bandung dan bermain di Stadion GBLA,” tuturnya.
Ia mengaku momen kembali ke stadion tersebut membawa kenangan emosional.
Baca Juga: Hasil Super League: Persita Tahan Malut United, VAR Batalkan Gol Indah Hokky Caraka
“Saya bisa bertemu lagi semuanya. Kami sudah seperti keluarga selama sekitar lima tahun,” ucap Nick Kuipers.
Artikel Terkait
Surat Kabar Argentina Ungkap Detail Skandal Sepak Bola Malaysia
Chelsea Kalahkan Burnley dan Semakin Mendekati Arsenal di Puncak Klasemen Liga Primer
Inter vs AC Milan: Debut Rivalitas Cristian Chivu dan Massimiliano Allegri sebagai Pelatih
Inter Milan dan Red Bull Jalin Kemitraan Global Selama Tiga Tahun
Arsenal vs Tottenham Hotspur: Derby North London yang Dimulai Sejak Tahun 1921