Jelang Persib vs Persija, Bojan Hodak Bongkar Sebab Borneo FC Kehabisan Bensin

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:47 WIB
Pelatih Persib Bojan Hodak di Stadion Brawijaya (Persib/Nando)
Pelatih Persib Bojan Hodak di Stadion Brawijaya (Persib/Nando)

SportlinkNews - Peluang Persib Bandung untuk kembali menempati posisi teratas klasemen Super League 2025/26 semakin terbuka setelah Borneo FC menelan kekalahan dari Persita Tangerang 0-2. Hasil itu membuat perolehan poin Pesut Etam tetap stagnan di angka 37.

Situasi ini menghadirkan peluang emas bagi Persib. Jika mampu menaklukkan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1), Maung Bandung akan langsung menggeser posisi Borneo FC di puncak klasemen.

Kedekatan poin di papan atas menambah tekanan dan ketegangan dalam laga klasik ini. Saat ini Persib dan Persija mengoleksi 35 poin, hanya terpaut dua angka dari Borneo FC.

Baca Juga: Madura United FC vs PSIM Yogyakarta: Van Gastel Tegaskan Timnya akan Memberikan Perlawanan Terbaik

Persib dan Persija kini menghadapi laga dengan nilai strategis tinggi. Kemenangan bagi salah satu tim bukan sekadar tiga poin, tetapi juga menentukan siapa yang berhak menyandang status juara paruh musim.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menilai kondisi Borneo FC selepas kekalahan dari Persita memberi peluang bagi timnya untuk memaksimalkan momentum. Oleh karena itu, situasi tersebut harus bisa dimanfaatkan.

“Saya pernah bicara beberapa kali, Borneo memang memulai dengan fantastis, tapi dari 12 laga di awal mereka tampil delapan kali di kandang. Untuk mereka, tidak mudah ketika harus mulai melakukan perjalanan,” kata Bojan, di Stadion GBLA, Sabtu (10/1).

Baca Juga: Memulai Latihan Perdana, Antoine Semenyo: Manchester City akan Meningkatkan Kemampuan Saya ke Level Berikutnya

Bojan menekankan performa Borneo FC yang sempat impresif di awal musim kini mulai menurun. Kekalahan dan hasil imbang yang dialami menandai melemahnya ritme tim lawan di tengah jadwal kompetisi yang padat.

Tantangan perjalanan panjang menjadi faktor penting dalam kompetisi Indonesia. Bojan menekankan jarak antarwilayah yang jauh membuat beban fisik dan mental pemain lebih berat dibanding liga Eropa.

“Di Eropa itu setiap klub mungkin hanya melakukan perjalanan 1-2 jam. Di sini, untuk ke Papua itu bisa mencapai 4-5 jam dan jika di Eropa itu seperti terbang dari Portugal ke Kazakhstan,” ucapnya.

Baca Juga: Debut Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Langsung Diuji Malut United FC di Gelora Bung Tomo

Selain perjalanan udara, perjalanan darat dengan bus juga menjadi rutinitas yang melelahkan bagi pemain. Kondisi ini menambah kompleksitas dalam menjaga konsistensi performa sepanjang musim.

“Apalagi harus memainkan banyak pertandingan dengan masa jeda yang singkat,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X