- M. Nigara
Wartawan Olahraga Senior
SportlinkNews - Untuk sepak bola selamanya. Bagi seorang bintang Mutiara Hitam, Mettu Duaramuri, kalimat di atas bukan jargon kosong.
Beberapa saat menjelang kepulanganya, Senin 26 Januari 2026), Mettu berdiskusi dengan Rachmad Darmawan (RD), mantan Bintang Timnas, Persija Jakarta, 1990an, yang saat ini melatih Persipura di Liga 2, Rully Nere, sahabat satu angkatan di Persipura dan tim nasional.
Ketiganya membahas laga melawan Persiku Kudus (31/1/26) di Kudus. Di tangan RD dan masukan dari Mettu, dan peran Rully, diharapkan prestasi Persipura kembali meningkat dan kembali bisa bertarung di Super League alias Liga 1, Kompetisi Nasional.
Baca Juga: Fermin Aldeguer Lewati Tes Sepang Demi Pemulihan dari Cedera Patah Tulang Paha
Saat ini, Persipura berada di peringkat 3, grup B, di bawah Barito Putra dan PSS Sleman. Terpat 2 poin dari Barito dan 1 poin dari Sleman dengan 34 poin dari 17 kali bertarung, 10 menang, 4 draw, dan 3 kalah (23-10).
Di atas lapangan hijau, duet Mettu dan Rully Neere membuat dunia sepak bola Indonesia terasa berbeda. Keduanya tiba-tiba membuat matahari dari timur bersinar jauh lebih cemerlang.
Bagi Rully, Mettu yang usianya lebih muda setahun sudah seperti saudara kandung. Meski Rully hijrah ke Jakarta lebih cepat dari rencana, hubungan keduanya tetap terjalin dengan baik.
Baca Juga: In Memoriam Dede Sulaiman, Gol Terakhir Seorang Legenda
Senin (26/1/26), sehari sebelum Mettu pergi untuk selamanya, selalin berbicara soal Persipura saat ini, trio Rully, Mettu, dan RD itu juga berbagi kisah tentang masa lalu, baik saat masih di Persipura maupun timnas.
"Kami ketawa-ketawa," ujar Rully.
Tawa makin menggelegak saat Rully mengingatkan betapa Mettu takut sekali dengan Oom Tjong (Harry Tjong, pelatih nasional yang yerkenal tegas bahkan galak).
"Ya, Mettu gak berani bersuara, brader MN," lanjut Rully lewat telepon kepada saya.
Di masa 1970an itu, Persipura benar-benar menjadi harapan bangsa kita di dunia sepak bola. Di bawah kapten Hengki Heipon, tim yang berjuluk Mutiara Hitam benar-bebar bersinar bak tumpukan mutiara.
Baca Juga: Pertemuan Baru Kolo Muani untuk Juventus, PSG, dan Tottenham
Begitu dahsyatnya hingga grup band asal Papua, Black Brother membuat lagu khusus tentang para pemain dengan judul Mutiara Hitam.
Artikel Terkait
Sanksi FIFA Ditangguhkan Sementara, Pemain Naturalisasi Malaysia Masih Nganggur
Randal Kolo Muani Terlibat Kecelakaan Mobil, Foto-foto Ferrari yang Hancur Pun Muncul
Momen Kemarahan Coco Gauff Hancurkan Raket Setelah Kekalahan Terburuk di Australian Open
Bukan Amerika, Ronaldo Memimpin Portugal Menginap di Kota Terliar Meksiko
Kecelakaan Mengerikan Anthony Joshua Menunjukkan Hidup Terlalu Singkat untuk Takut Kalah