- M. Nigara
Wartawan Sepakbola Senior
SportlinkNews - Setelah Krama Yudha Tiga Berlian, berakhir, kini giliran Sriwijaya Football Club sedang menuju kepemadaman permanen. Baik KTB maupun Sriwijaya FC, bukanlah klub kaleng-kaleng.
Kedua klub tersebut, khususnya KTB bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Palembang, dan seluruh Sumatera Selatan, tapi, masyarakat sepakbola Indonesia pernah dibuat bangga.
KTB selain menjadi juara tiga Antar Klub Asia, 1986, klub milik mantan Ketua Umum PSSI, H. Syarniebi Said, dua kali menjadi juara Galatama, 1985 dan 1986/87.
Baca Juga: Hasil Super League: Persija Dijegal Arema, Brace Gabriel Silva Bungkam Jakmania
Sementara Sriwijaya juga dua kali menjadi juara Liga Indonesia (Ligina), kompetisi gabungan Perserikatan dan Galatama, 2007 dan 2011/12. Keduanya juga klub yang cukup banyak menyumbangkan pemainnya ke tim nasional.
'Anak Tiri'
Berbeda dengan alasan KTB bubar, Sriwijaya saat ini berada dalam posisi Dying alias sekarat. Sriwijaya benar-benar maju kena-mundur kena.
Secara faktual, klub ini sudah tak lagi memiliki dana serupiah pun. Terlalu banyak tunggakan, gaji pemain, pelatih, dan manajemen tertunggak.
Baca Juga: Bertahan di Grup Dunia II, Menpora Minta PELTI Jaga Komitmen Pembinaan dan Pendampingan Atlet
Kabarnya (perlu pendalaman), tunggakan pada dapur, asrama, dan biro perjalanan pun menumpuk. Bahkan denda Komisi Disiplin pun tak bisa mereka bayar. Sementara dana subsidi dari LIB pun telah lama habis.
Padahal masih tersisa sembilan laga: 4 home dan 5 away. Pertanyaannya, dari mana mereka bisa menutup lubang keuangan yang menganga lebar itu?
Ini sisa laganya:
15/2 home vs Bekadi City
20/2 home vs Persikad Depok
28/2 away vs Sumsel United
29/3 away vs Persiraja
05/4 home vs PSPS
12/4 away vs Persekat Tegal
19/4 away vs PSMS
25/4 home vs Garudayaksa
02/5 away vs Adhyaksa Banten
Baca Juga: Real Madrid Mempertahankan Persaingan Gelar La Liga
Mengapa situasi pelik menghantam Sriwijaya. Dulu, klub ini pernah menjadi impian para pemain. Kontrak yang diberikan klub begitu menarik. Sekarang, seperti sesuatu yang wajib dihindarkan.
Artikel Terkait
Masih Jetlag Ernesto Gomez Malah Cetak Gol di Debutnya Bersama Persik Kediri
Cristian Chivu Menganalisis Kemenangan 5-0 Inter atas Sassuolo dan Ujian Juventus Mendatang
Kemarahan Spalletti Tentang Wasit Berakhir dengan Ciuman untuk Pewawancara Wanita
Liverpool 1 Man City 2: Gol Erling Haaland Menghidupkan Kembali Persaingan Gelar Liga Premier
Alvaro Arbeloa Bandingkan Kylian Mbappe dengan Cristiano Ronaldo