SportlinkNews - Masuknya Shayne Pattynama ke Persija Jakarta pada pertengahan musim membawa harapan besar. Namun, kenyataannya winger 27 tahun ini harus bersabar untuk menembus tim inti.
Adaptasi di lingkungan baru dan persaingan ketat membuat peran regulernya belum terlihat. Ia masih kalah bersaing dengan rekan setimnya.
Sejauh ini, Shayne belum mendapatkan kesempatan tampil reguler. Ia baru tampil dua kali sebagai pemain pengganti, yakni menghadapi Persita Tangerang dan Bali United, dengan total waktu bermain 18 menit.
Baca Juga: Cara Mudah Tetap Bugar Selama Menjalani Ibadah Puasa Ramadan
“Saya baru datang di sini (Persija Jakarta), saya juga baru saja sembuh dari cedera. Jadi, saya perlu memulihkan diri secara bertahap,” kata Shayne.
Cedera yang dialami Shayne sebelumnya membuatnya absen selama tiga bulan saat membela Buriram United, dari November 2025 hingga Januari 2026. Kondisi fisik yang belum optimal membuatnya tidak bisa langsung menuntut posisi starter.
Selain faktor adaptasi, persaingan di posisi sayap kanan atau kiri juga cukup ketat. Dony Tri Pamungkas, pemain muda berbakat, tampil konsisten dan menjadi pilihan utama pelatih.
Baca Juga: Persijap Jepara Ambil Langkah Strategis Demi Bertahan di Super League
Persaingan ini justru disikapi positif oleh Shayne. Pria berdarah Belanda tersebut melihat keberadaan Dony sebagai motivasi untuk meningkatkan performa dan menjaga nilai kompetitifnya dalam setiap latihan dan pertandingan.
"Itu bagus, selalu bagus untuk memiliki pemain yang hebat di posisi Anda. Sehingga, itu membuat Anda 'lapar' dan bersiap lebih baik juga. Dony adalah pemain yang sangat bagus, dengan talenta yang hebat," ucapnya.
Shayne menambahkan, untuk bisa tampil reguler, dirinya harus menunggu kondisi fisik pulih sepenuhnya. Ia juga perlu menunjukkan kemampuan terbaik di setiap kesempatan.
Baca Juga: Marcos Reina Benahi Lini Pertahanan Persik Jelang Duel dengan Bhayangkara FC
"Saya perlu bertahap. Dan, Dony tampil sangat bagus. Saya perlu menunjukkan kemampuan saya di pertandingan dan latihan. Jadi, itu normal untuk memiliki kompetisi," jelasnya.
Shayne menekankan, persaingan sehat seperti ini justru membangun mental dan meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan. Ia mesti sabar dan fokus pada pemulihan fisik, sehingga bisa lebih sering tampil dan memberikan kontribusi nyata bagi Persija di sisa musim ini.
Artikel Terkait
Klasemen Super League 2025/26 Pekan ke-20, Persija Memangkas Jarak Poin dengan Borneo FC
Debut Striker Persija Mauro Zijlstra di Super League Dinilai Ricky Nelson Belum Maksimal
Bersinar di Posisi Baru, Jordi Amat Sangat Senang Bantu Persija
Persija Pilih JIS Jadi Markas Hadapi PSM Makassar
Gabung Persija, Shayne Pattynama Belum Komunikasi dengan Dua Pemain Persib