SportlinkNews - Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tuan rumah pada pekan ke-22 BRI Super League setelah takluk di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 22 Februari kemarin.
Meski pulang tanpa poin, Pelatih Carlos Pena menilai performa timnya pantas diganjar hasil lebih baik.
Bermain di kandang Persib Bandung bukan perkara mudah. Namun Persita tampil berani sejak awal laga. Mereka mencoba menekan, menjaga penguasaan bola, serta membangun serangan dengan rapi dari lini tengah.
Baca Juga: Drama Lima Set di Sentul, bjb Finis Keenam, Livin’ Dekati Final Four
Pena mengungkapkan kekecewaannya karena menurutnya tim sudah menunjukkan karakter permainan yang jelas.
Ia merasa Persita tidak datang hanya untuk bertahan, melainkan mencoba mengimbangi bahkan memberi tekanan kepada tuan rumah.
Gol yang bersarang ke gawang Persita lahir dari situasi bola mati, momen yang disebut Pena seharusnya bisa diantisipasi lebih baik. Detail kecil inilah yang dinilai menjadi pembeda dalam pertandingan ketat tersebut.
Baca Juga: Manajemen Nutrisi Jadi Kunci Performa Pemain Bola Selama Ramadan
"Saya rasa tidak banyak tim yang datang ke sini dan bermain seperti yang kami lakukan. Kami kebobolan dari situasi bola mati yang seharusnya bisa kami antisipasi dengan lebih baik," ungkapnya.
Selain itu, Pena juga menyoroti kokohnya pertahanan Persib saat bermain di kandang. Statistik kebobolan yang minim menjadi bukti betapa sulitnya membongkar lini belakang Maung Bandung.
Ia menyebut bukan hanya Persita yang kesulitan mencetak gol di stadion tersebut.
Baca Juga: Revolusi Pemain Asing Bhayangkara FC Berbuah Instan
"Saya pikir Persib sudah bermain 10 kali di sini dan baru kebobolan satu gol, jadi bukan hanya Persita yang kesulitan di lini depan saat bermain di sini," tukas Pena.
"Kami sebenarnya punya peluang di babak pertama lewat umpan Eber Bessa dan juga dari tendangan sudut di babak kedua, tetapi Persib memang memiliki lini belakang yang sangat kuat sehingga kami belum bisa mencetak gol," ucapnya lagi.
Ia menilai efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pendekar Cisadane.
Baca Juga: 10 Pemain Muda Terbaik Dunia, Nomor 1 Bukan Kejutan
Meski hasil tak berpihak, Pena tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya. Ia menilai keberanian bermain terbuka di markas salah satu tim terkuat liga menunjukkan perkembangan mental bertanding skuadnya.
Persita kini mengalihkan fokus ke laga berikutnya. Mereka dijadwalkan menjamu Dewa United di Indomilk Arena, Tangerang, Kamis, 26 Februari mendatang.
Pertandingan tersebut menjadi momentum penting bagi Persita untuk kembali ke jalur positif dan menjaga posisi di papan klasemen.
Artikel Terkait
Bangkit dari Asia, Persib Siap Balas Persita di GBLA
Persib Tegaskan Laga Kontra Persita Tanpa Suporter Tamu di GBLA
Tantang Persib, Persita Siap Ulangi Kemenangan di Putaran Pertama
Hasil Super League: Persib Menang Tipis dari Persita, Gol Andrew Jung Selamatkan Maung Bandung
Persib Bandung Susah Payah Kalahkan Persita