Keramahan Masyarakat Indonesia Bikin Rahmatsho Rahmatzoda Enjoy Berpuasa Ramadan Meski Jauh dari Keluarga

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Minggu, 8 Maret 2026 | 21:42 WIB
Rahmatsho Rahmatzoda pemain PSIM asal Tajikistan menikmati puasa Ramadan di Indonesia (PSIM Yogyakarta)
Rahmatsho Rahmatzoda pemain PSIM asal Tajikistan menikmati puasa Ramadan di Indonesia (PSIM Yogyakarta)

SportlinkNews - Rahmatsho Rahmatzoda menjadi pemain Super League yang tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan meski harus menjalani jadwal kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.

Pemain asing asal Tajikistan ini mengaku tidak mengalami masalah dalam menjalankan ibadah puasa Ramadannya. Hanya saja kerinduannya kepada keluarga kerap menyapanya.

Momen istimewa bulan puasa ini rupanya perlahan membangkitkan memori sang pemain terhadap kebiasaan manis di kampung halamannya.

Baca Juga: Persita Menang Telak atas Madura United FC Jadi Modal Kuat Bertahan di Lima Besar Super League

Rahmatsho pun mengenang, “Tidak ada persiapan khusus untuk Ramadan kali ini, hanya saja biasanya ada banyak keluarga dan teman."

"Bisa menghabiskan bulan seperti ini bersama keluarga adalah hal sangat luar biasa,” ujar pemain PSIM Yogyakarta ini.

Meski mengaku sangat merindukan suasana Ramadan bersama keluarga, tetapi Rahmatsho mengaku tidak kesulitan menjalani ibadah puasa di Indonesia.

Baca Juga: Jan Olde Riekerink Yakin Dewa United Bisa Tundukkan Manila Digger FC di Leg Kedua ACL

Keramahan masyarakat di sini membantunya lebih mudah beradaptasi, sekalipun di bulan Ramadan.

“Kesan saya sangat positif, saya sangat jatuh cinta dengan negara ini, saya menyukai semuanya, dan saya ingin tinggal di sini untuk waktu sangat lama. Menurut saya esensi bulan suci Ramadan di mana pun tetaplah sama,” tuturnya.

Kewajiban menjalankan ibadah puasa sama sekali tidak mengganggu ritme latihan maupun jadwal pertandingan yang dijalaninya.

Baca Juga: Gagal Menang di Segiri, Bernardo Tavares Lakukan Evaluasi Menyeluruh di Skuat Persebaya

“Sama sekali tidak sulit, sebaliknya di bulan ini saya justru mendapatkan lebih banyak energi dan kekuatan, Ramadan sangat penting bagi saya,” ungkapnya.

Intensitas fisik berskala tinggi selama sesi latihan (sore hari menjelang berbuka), sanggup dia atasi melalui pola makan teratur saat sahur serta berbuka.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: PSIM Jogja

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X