SportlinkNews - Tim nasional Spanyol mengunci gelar juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang bergulir di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB. Gol tunggal kemenangan dramatis La Furia Roja dilesakkan penyerang Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu, tepatnya di menit ke-106.
Gol penentu tersebut lahir dari sontekan kaki kiri Torres yang memanfaatkan umpan sundulan matang Nico Williams ke area tiang jauh. Penjaga gawang Argentina, Emiliano Martinez, sudah terlanjur keluar dari posisinya ke sisi kanan guna menghalau aksi Williams sehingga gawang berada dalam posisi terbuka.
Prestasi gemilang tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah penantian selama 16 tahun sejak kesuksesan pertama di Afrika Selatan pada 2010 silam. Keberhasilan ini sekaligus mengawinkan gelar Piala Eropa 2024 dan menegaskan dominasi armada Luis de la Fuente di panggung sepak bola internasional.
Baca Juga: Persebaya Gagal Taklukkan PSIS Semarang di Pertandingan Pramusim 99th Anniversarry Game
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif menyerang melalui kombinasi umpan pendek rapat yang menjadi ciri khas mereka. Tekanan awal tersebut langsung membuahkan peluang emas pada menit kelima lewat sepakan Lamine Yamal setelah menerima operan pantul dari Dani Olmo.
Martinez, tampil sigap dengan mementahkan tembakan Yamal yang mengarah tepat ke sudut gawangnya. Tidak berselang lama, penjaga gawang Spanyol Unai Simon juga menunjukkan kewaspadaan tinggi dengan maju memotong jalur serangan balik cepat yang dibangun oleh tim lawan.
Memasuki menit ke-20, intensitas gempuran Spanyol kian merepotkan barisan pertahanan Argentina. Pergerakan bek kiri Marc Cucurella yang agresif membantu serangan terbukti ampuh dalam memberikan tekanan tambahan secara konsisten di lini belakang lawan.
Baca Juga: Tumbangkan Peringkat Satu Dunia, Fajar/Fikri Sabet Trofi Japan Open 2026
Duel sengit di sisi lapangan juga kerap mempertemukan Lamine Yamal dengan bek kiri Argentina, Nicolas Tagliafico, yang terpaksa melakukan beberapa pelanggaran. Spanyol kembali mengancam pada menit ke-38 lewat kerja sama Dani Olmo, Cucurella, dan Alex Baena yang diakhiri tendangan mendatar Mikel Oyarzabal meski masih bisa diamankan Martinez.
Tensi pertandingan semakin memanas menjelang turun minum ketika Oyarzabal secara tidak sengaja menendang kaki Lionel Messi dalam perebutan bola di lini tengah. Sepanjang paruh pertama, strategi penguasaan bola tanpa pengawalan khusus dari De la Fuente terbukti ampuh mengisolasi Messi hingga sang kapten kesulitan mendapatkan operan.
Catatan statistik babak pertama menunjukkan keunggulan mutlak Spanyol dengan melepaskan tiga tembakan berbanding nol milik Argentina meskipun papan skor masih imbang. Memasuki babak kedua pada menit ke-46, Alex Baena langsung mengancam gawang Argentina memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang lawan walau sepakannya kembali diredam Martinez.
Baca Juga: Everton Kembali Luncurkan Jersey Tandang untuk Liga Primer 2026/27
Variasi serangan balik cepat Spanyol kembali melahirkan momentum emas lewat kerja sama segitiga antara Fabian Ruiz, Dani Olmo, dan Mikel Oyarzabal. Sayangnya, Oyarzabal maupun Cucurella terlalu lamban mengesekusi peluang di depan gawang sehingga momentum tersebut berhasil disapu bersih oleh Nahuel Molina.
Gelombang serangan Spanyol terus berlanjut di antaranya melalui tembakan keras Olmo pada menit ke-63 serta sundulan tajam Ferran Torres menyambut umpan silang Yamal. Menjelang akhir waktu normal, Argentina harus bermain dengan sepuluh orang setelah Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi.
Artikel Terkait
Ungkapan Penyesalan Kylian Mbappe untuk Didier Deschamps
Didier Deschamps Akui Kesalahan Strategi pada Babak Pertama Kontra Inggris
Evaluasi Kemenangan Atas Prancis, Thomas Tuchel Soroti Turbulensi Babak Kedua
Imbas Kritik Penyelenggaraan Piala Dunia, FIFA Cabut Akreditasi Gazzetta untuk Final Spanyol Vs Argentina