SportlinkNews - Persaingan untuk bertahan di Super League 2025-26 semakin memanas seiring memasuki fase akhir kompetisi.
Dengan hanya menyisakan sekitar sepuluh pertandingan dari total 34 laga musim ini, sejumlah tim masih terjebak dalam pertarungan ketat untuk menjauhi zona degradasi.
Saat ini papan bawah klasemen dihuni oleh Madura United FC dan Persijap Jepara yang sama-sama mengoleksi 20 poin.
Baca Juga: Tanpa Hilgers dan Struick, Pengamat Nilai Daftar Pemain Timnas Indonesia Tetap Objektif
Sementara itu, Semen Padang naik ke peringkat ke-16 setelah meraih tambahan tiga poin dari kemenangan atas PSBS Biak pada Senin, 9 Maret 2026.
Di bawah Semen Padang terdapat PSBS Biak dengan 18 poin, serta Persis Solo yang baru mengoleksi 17 poin.
Situasi ini membuat setiap pertandingan menjadi sangat krusial bagi tim-tim tersebut. Selisih poin yang tipis membuat perubahan posisi di klasemen bisa terjadi kapan saja, bahkan dalam satu pekan pertandingan.
Baca Juga: Main Lebih Awal di Swiss Open 2026, Sektor Ganda Indonesia Fokus Maintain Power
Tim yang juga belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi adalah PSM Makassar yang berada di peringkat ke-13 dengan 24 poin.
Meski berada sedikit di atas zona merah, jarak poin yang tidak terlalu jauh membuat mereka masih harus terus waspada.
Dari beberapa tim yang terlibat dalam perebutan posisi aman, Persijap Jepara menunjukkan tren positif dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Laporta Dalang Utama Kegagalan Messi Kembali Berseragam Barcelona
Setelah sempat berada di posisi ke-17 pada pekan ke-21, Laskar Kalinyamat perlahan memperbaiki posisi hingga mampu keluar dari zona degradasi.
Situasi berbeda dialami Semen Padang yang justru sempat mengalami penurunan posisi dalam beberapa pekan terakhir. Namun momentum kebangkitan akhirnya datang saat menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-25.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Semen Padang berhasil mencuri kemenangan 2-0 atas PSBS Biak. Dua gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Guillermo Fernandez pada menit ke-70 dan masa injury time.
Baca Juga: Ikrar Baru Marc Marquez, Mengejar Kepuasan Bukan Sekadar Juara Hasil tersebut membawa Semen Padang keluar dari posisi juru kunci dan naik ke peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin. Sebaliknya, PSBS Biak harus turun satu tingkat setelah gagal menambah angka.
Kompetisi sendiri akan memasuki jeda singkat karena libur Lebaran. Setelah jeda, Semen Padang dijadwalkan menghadapi laga berat melawan Persib Bandung pada 5 April, sementara PSBS Biak akan bertemu Bali United sehari kemudian.
Dengan selisih poin yang masih sangat rapat, pertarungan untuk menghindari degradasi dipastikan akan tetap berlangsung sengit hingga pekan-pekan terakhir musim ini.
Artikel Terkait
Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel Enggan Remehkan Semen Padang yang Dalam Motivasi Tinggi
Dejan Antonic Berharap Semen Padang Bisa Petik Tiga Poin di Kandang Sendiri
Hasil Super League: Semen Padang Tahan Imbang PSIM, Fahreza Sudin Terkena Kartu Merah
Semen Padang Resmi Pecat Dejan Antonic Usai Hasil Buruk
Hasil Super League: Debut Manis Imran Nahumarury, Semen Padang Bekuk PSBS