Sisa 10 Laga Super League 2025/26, Persija Kalkulasi Peluang Juara

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Rabu, 11 Maret 2026 | 06:38 WIB
Pertandingan Persija paling banyak disaksikan penonton di stadion pada musim ini. (Persija)
Pertandingan Persija paling banyak disaksikan penonton di stadion pada musim ini. (Persija)

SportlinkNews - Manajemen Persija Jakarta kini tengah menyusun skema strategis untuk mengudeta posisi Persib Bandung dari puncak klasemen Super League 2025/26. Langkah ini diambil mengingat kompetisi masih menyisakan 10 pertandingan, yang secara matematis memberikan peluang bagi Macan Kemayoran untuk menyalip para pesaing di atasnya.

Di atas kertas, perburuan gelar juara memang masih sangat terbuka. Persija bisa melampaui raihan poin Persib Bandung dan juga Borneo FC Samarinda.

Saat ini, Persib masih kukuh memimpin klasemen dengan koleksi 57 poin, dibayangi Borneo FC di peringkat kedua dengan 53 poin. Sementara Persija membuntuti di posisi ketiga dengan 51 poin.

Baca Juga: Duel Perdana Atalanta vs Bayern Munchen di Liga Champions, Fans Italia Harap-harap Cemas

Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, menilai dengan selisih poin yang ada dan sisa laga yang tersedia, segala kemungkinan masih sangat mungkin terjadi di lapangan.

Bambang menceritakan dirinya bersama Direktur Persija, Mohamad Prapanca, telah duduk bersama untuk mendiskusikan nasib tim dalam 10 pertandingan ke depan.

Diskusi tersebut mencakup analisis mendalam mengenai potensi hasil pertandingan Persija serta prediksi dinamika poin yang akan dialami oleh dua pesaing kuat mereka.

Baca Juga: Yang Perlu Diketahui Tentang Duel Newcastle United vs Barcelona di Liga Champions

Salah satu poin evaluasi yang disoroti adalah hasil imbang mengecewakan di kandang sendiri saat menjamu Borneo FC, yang dianggap sebagai kehilangan momentum penting.

Persija memang tercatat beberapa kali membuang poin penuh di markas sendiri, di mana dari 12 laga home hingga pekan ke-24, mereka hanya mampu mengemas 8 kemenangan.

Tiga pertandingan kandang lainnya berakhir dengan skor imbang, sementara satu laga sisanya harus berakhir dengan kekalahan yang menyakitkan di hadapan pendukung sendiri.

Baca Juga: Aprilia Jadi Ancaman Nyata Ducati di MotoGP 2026

"Jadi ketika kemarin terakhir kita imbang di kandang, itu Pak Panca (Mohamad Prapanca) setelah pertandingan langsung WA saya, diskusi. Omongannya enggak perlu saya sebutkan. Dia bilang, 'Coba dibuatkan skema kira-kira 10 pertandingan akan bagaimana'," kata Bambang.

Penyusunan skema ini menjadi bentuk keseriusan manajemen dalam mengawal performa tim agar tetap berada pada jalur perebutan gelar juara hingga pekan terakhir.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X