SportlinkNews - Skuad Persija Jakarta kini kembali lengkap menyusul bergabungnya empat pemain pilar yang baru saja menuntaskan kewajiban internasional mereka. Rizky Ridho, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, dan Mauro Zijlstra terlihat sudah melahap menu latihan di Persija Training Ground pada Rabu (1/4).
Kehadiran kembali para penggawa ini memberikan angin segar bagi staf pelatih Macan Kemayoran setelah jeda FIFA Series 2026. Keempat pemain tersebut membawa pengalaman berharga dari kancah dunia yang diharapkan mampu mendongkrak performa tim di kompetisi domestik.
Rizky Ridho menjadi sosok yang paling mencolok dengan jam terbang yang konsisten selama membela Timnas Indonesia. Bek tengah andalan ini selalu dipercaya menjadi starter dan mengawal lini pertahanan dalam dua laga uji coba melawan Saint Kitts dan Nevis serta Bulgaria.
Baca Juga: Jelang Perempat Final Liga Champions, Ini Duel Klasik yang Layak Dikenang
Ketangguhan Ridho di jantung pertahanan bukan hanya sekadar angka, melainkan bukti kematangannya dalam membaca permainan lawan. Penampilan tanpa celah tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai palang pintu yang tak tergantikan, baik di level klub maupun tim nasional.
Performa impresif juga ditunjukkan oleh pemain muda berbakat, Dony Tri Pamungkas, yang mendapatkan menit bermain cukup signifikan. Ia dipercaya tampil penuh pada pertandingan pertama dan kembali diturunkan sebagai pemain pengganti saat menghadapi kekuatan Bulgaria.
Kontribusi Dony di atas lapangan hijau mendapatkan respons positif dari banyak pihak yang mengapresiasi keberaniannya dalam berduel. Pemain serbabisa ini pun mengungkapkan rasa syukur dan bangganya bisa menyerap ilmu dari atmosfer pertandingan internasional yang kompetitif.
Baca Juga: Inter Milan dan Opus Luncurkan Koleksi Buku Khusus Dicetak Terbatas dan Dilapisi Emas 22 Karat
"Pengalaman luar biasa dan bangga bisa bersama orang-orang hebat. Terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia,” kata Dony mengungkapkan perasaannya usai kembali ke klub.
Di sisi lain, Mauro Zijlstra sempat menjadi buah bibir berkat penyelesaian akhirnya yang berbuah gol ke gawang St. Kitts and Nevis. Sayangnya, momentum gemilang tersebut harus terhenti sejenak setelah sang penyerang mengalami cedera yang memaksanya absen di pertandingan kedua.
Sementara itu, Jordi Amat menjalani peran yang cukup menarik dalam skema pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Alih-alih dipasang sebagai bek tengah murni, pemain naturalisasi ini justru didorong lebih ke depan untuk mengisi posisi gelandang pengatur serangan.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Serie A: Akhir Pekan yang Menegangkan Bagi Tim Papan Atas
Eksperimen taktik ini nyatanya selaras dengan transformasi peran yang mulai sering ia jalani bersama Persija di bawah kendali Mauricio Souza. Bagi Jordi, transisi posisi dari lini belakang ke tengah lapangan merupakan proses pembelajaran yang sangat ia nikmati secara profesional.
Jordi menekankan pentingnya membangun sinergi yang kuat antar lini dalam formasi yang baru tersebut. "Kami mencoba bermain dengan versi terbaik dan membangun koneksi antarlini. Bermain sebagai gelandang adalah tantangan. Setiap hari saya belajar hal baru, itu sangat menarik,” ujar Jordi.
Artikel Terkait
Curhat Jordi Amat Soal Kekecewaan Mendalam Skuad Persija
Gagal Menang Lawan Dewa United, Mauricio Souza Fokus Benahi Kinerja Persija Jelang Pekan ke-26 Super League
Jordi Amat Respons Kekecewaan Jakmania Usai Persija Buang Poin Kandang
Persija Training Ground Kembali Bergairah, Skuat Macan Kemayoran Mulai Berlatih Intensif
Persija Terus Asah Kekuatan Tim, Alaaeddine Ajaraie Mulai Pulih dari Cedera